Berita Batola

Siswa SDN Sawahan II Batola Tandatangani Pernyataan Sebelum Imunisasi MR

Fahrurozi juga membebaskan siswanya untuk menolak atau menerima tawaran vaksin imunisasi measles dan rubella (MR)

Siswa SDN Sawahan II Batola Tandatangani Pernyataan Sebelum Imunisasi MR
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Siswa SDN Sawahan II, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola diminta mendatangani surat pernyataan sebelum dilakukan suntikan vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) yang dijalankan para petugas dinas kesehatan kabupaten setempat.

“Iya, siswa-siswa kita yang masuk disuntik imunisasi MR diminta mendatangani surat pernyataan untuk tidak menuntut apa pun di kemudian hari setelah disuntik,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sawahan II, Fahrurozi, Senin (10/9/18).

Fahrurozi juga membebaskan siswanya untuk menolak atau menerima tawaran vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) yang dijalankan para petugas dinas kesehatan kabupaten setempat. Mau disuntik silahkan dan mau menolak, silahkan.

“Kan sudah ada fatwa yang menyatakan imunisasi measles dan rubella (MR) meski ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaksin MR haram karena mengandung babi,” katanya.

Baca: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriyah, Tahun Baru Islam 2018: 1 Muharram 1440 H

Baca: Ini Amalan Sunnah Bulan Muharram yang Bisa Dikerjakan Jelang Tahun Baru Islam 2018

Baca: Ini Saat Terbaik Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Baru 2018, 1 Muharram 1440 H

Baca: Nite Carnival 1 Muharram 1440 Hijriah, Akan Digelar Mulai dari Depan Balai Kota Banjarmasin

Sementara itu sejumlah SD di Kecamatan Alalak Batola telah menolak program vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) yang dijalankan para petugas dinas kesehatan kesehatan kabupaten setempat. Namun, penolakan itu tak menyurutkan langkah dinas kesehatan untuk melanjutkan program vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) meski ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaksin MR haram karena mengandung babi.

“Iya, kita ngga memaksa. Kita baru saja mendapatkan penolakan dari sejumlah SD di Kecamatan Alalak. Tapi masalah. Kita tetap melayani vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) bagi sekolah, guru dan siswa yang mau saja. Program vaksin MR masih berjalan koq,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta.

Diakuinya, ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaksin MR haram karena mengandung babi sangat berpengaruh terhadap program vaksin MR. Namun mau bagaimana lagi, namanya program harus dijalankan.(Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved