CPNS 2018

Syarat Seleksi CPNS 2018 Menuai Polemik, Banyak Lulusan PT yang Kecewa

Kebijakan KemenPAN-RB mengharuskan lulusan perguruan tinggi bereakredatasi A, mendaftar calon pegawai negeri sipil

Syarat Seleksi CPNS 2018 Menuai Polemik, Banyak Lulusan PT yang Kecewa
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kebijakan KemenPAN-RB mengharuskan lulusan perguruan tinggi bereakredatasi A, mendaftar calon pegawai negeri sipil, menuai polemik di Banua.

Pasalnya, program studi yang terakreditasi A sesuai ketentuan pusat, sangat sedikit di perguruan tinggi yang ada di daerah ini.

Universitas Lambung Mangkurat (ULM), misalnya, baru sedikit prodi menyandang akreditasi A.

Tak heran kalau kemudian ketentuan pusat itu memicu kekecewaan para lulusan perguruan tinggi di daerah ini.

Baca: Kamu Dijamin Lolos ke Tahap 2 Kalau Berhasil Jalani Tahapan Tes Seleksi CPNS 2018 Ini

Seperti kekecewaan Tiara, lulusan akademi kebidanan di Kotabaru.

Perguruan tinggi tempatnya menuntut ilmu kebidanan hanya berakreditasi C.

Warga Sungai Rangas, Kacamatan Labuan Amas Utara, HSS yang lulus dengan nilai cumlaude berharap, status akreditasi bisa dievaluasi ulang dan daerah memperjuangkannya.

Baca: Hotman Paris Sarankan Polisi Usut Roy Suryo yang Belum kembalikan Aset Kemenpora

"Kalau tenaga bidan, kampus kami rata-rata akreditasi C semua. Kalau diharuskan A, berarti kami lulusan perguruan tinggi lokal tak diberi kesempatan. Kami berharap hal itu tidak terjadi. Soal skill, kami juga bisa bersaing, dan sudah sering praktik sebagai tenaga sukarela di puskesmas-puskesmas, maupun rumah sakit," ujar Tiara, akhir pekan tadi.

Senada, Dessy dan Yunita, keduanya lulusan Akper Murakata dan Akper di Banjarmasin juga akreditasi C.

Baca: Jokowi Pernah Janjikan Tunjangan TNI-Polri Naik 70 Persen, Suryo Prabowo Singgung Soal Kebohongan

Keduanya berharap mendapat kesempatan mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di bidang tenaga keperawatan dengan memberi kesempatan mengikuti tes CPNS.

"Saat ini kami masih bekerja sebagai tenaga honor di rumah sakit dengan penghasilan masih minim," ungkap keduanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help