Virus MR

37 Sampel Darah Santri Positif Rubella, 4 Sisanya Campak Biasa, ini Kata Kadinkes Banjarbaru

Sebanyak 40 sampel darah dari 52 kasus santri yang terserang campak di Banjarbaru, sebagian besar atau 37 sampel positif rubela.

37 Sampel Darah Santri Positif Rubella, 4 Sisanya Campak Biasa, ini Kata Kadinkes Banjarbaru
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebanyak 40 sampel darah dari 52 kasus santri yang terserang campak di Banjarbaru, sebagian besar atau 37 sampel positif rubela.

Sisanya, 4 sampel darah dari hasil analisa laboratorium di Surabaya, adalah campak biasa atau kerumut (morbili).

“Hasilnya 37 sampel darah positif rubella, sisanya campak biasa atau kerumut,” kata Agus Widjaya, Kadinkes Kota Banjarbaru, Senin (10/9) dari 52 kasus pada awalnya hanya 40 sampel yang jadi dikirim untuk dianalisa laboratorium.

Baca: Dipo Latief Minta Balikan, Nikita Mirzani Sebut Masih Cinta, Billy Syahputra Bilang Ini

Meski begitu, sebut dia, semuanya sudah sembuh, kecuali beberapa yang dipulangkan oleh sekolah ke daerah belum terdeteksi sembuh atau tidak.

"Datanya, mulai dari nama, usia kami ada semua tapi itu dirahasiakan," imbuh Agus.

Pihaknya masih mengharapkan agar sekolah mau memberi data pelajar setingkat SMP tersebut yang dipulangkan karena campak.

Dengan begitu, sebut dia, pihaknya bisa memberitahu Dinkes kabupaten/kota asal pelajar yang menderita campak.

Baca: Ketentuan Penerimaan CPNS 2018 di Pemprov Kalsel, Ada 137 Formasi di Pemkab Tapin

"Kami cuma memberitahu bahwa ada anak asal dari kota atau kabupaten itu pulang dengan membawa penyakit campak, karena baik rubella dan morbili sama-sama membahayakan bagi ibu hamil," terangnya.

Kata Agus, data yang ada di Dinkes Banjarbaru adalah benar.

Pihaknya juga tidak pernah menyebut nama sekolah kecuali SMAN 2 Banjarbaru yang memang benar juga ada kasus campak sebanyak sembilan orang.

Terbaru campak juga menyerang Poltekes Banjarmasin di Banjarbaru sebanyak dua orang.

"Kalau memang ada kasusnya, ya disampaikan ada, sekarang kalau disebutkan sekolah yang sudah diketahui terjadi campak itu disebut tidak terjadi KLB campak itu baru bohong," ujarnya.

Baca: Cara & Tips Agar Lulus Tes CPNS 2018 dari Kementerian BUMN, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Akibat campak rubella itu, menurut Agus dikhawatirkan akan menularkan ke ibu hamil trisemester pertama.

Jika menyerang ke ibu hamil maka dipastikan bayi yang dilahirkan mengalami jantung bocor, buta atau tuli, pengapuran otak dan lain-lain.

"Di Banjarbaru terdeteksi tiga kelahiran dengan bayi cacat, dan diketahui saat hamil ibunya terserang campak," ujarnya.

Kini, lanjut Agus dengan positifnya virus rubella diderita sebagian penderita campak di Banjarbaru, pihaknya berharap agar orangtua memerbolehkan anaknya diimunisasi MR guna mencegah tertular virus campak morbili maupun campak rubella.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved