Serambi Ummah

Amalan Sunnah Bulan Muharram 1440 H Termasuk Bacaan Niat Puasa Tasuah dan Asyura

Amalan Sunnah Bulan Muharram 1440 H Termasuk Bacaan Niat Puasa Tasuah dan Asyura

Amalan Sunnah Bulan Muharram 1440 H Termasuk Bacaan Niat Puasa Tasuah dan Asyura
BANJARMASIN POST GROUP/ ISTI ROHAYANTI
Sejumlah peserta pawai menampilkan tulisan ucapan selamat tahun baru islam pada perayaan pawai hijriah 1 Muharram 1440 H. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Pemkab Banjar, Jalan A Yani, KM 40, Selasa (11/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID  - Hari ini memasuki 1 Muharram 1440 H, bulan pertama dalam kalender Islam atau Hijriyah yang menandai pergantian tahun, bisa diisi dengan amalan sunnah.

Banyak amalan sunnah yang dapat dikerjakan pada bulan Muharram ini usai tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H, termasuk Puasa Asyura dan Tasu'ah.

Selain Puasa Asyura dan Tasu'ah banyak amalan sunnah lain di bulan Muharram, tapi ada juga amalan lain yang tak kalah baik untuk dikerjakan.

Muharram juga adalah satu di antara empat bulan mulia dalam Islam yang jika kita banyak beribadah selama bulan itu, akan diberikan berbagai ganjaran pahala oleh Allah.

Baca: Ingatkan 4 Persyaratan Pendaftaran CPNS 2018 Melalui Situs Resmi Penerimaan Sscn.bkn.go.id

Baca: 1 Muharram 1440 H, Ini Niat Puasa Bulan Muharram Amalan Sunnah Penghapus Dosa Setahun

Dikutip dari NU Online, http://www.nu.or.id/ dalam artikel diterbitkan pada Selasa (28/10/2014) ada 12 amalan yang bisa dikerjakan selama bulan Muharram.

Keutamaan bulan Muharram tidaklah perlu disangsikan lagi, namun keutamaan itu harus diisi dengan berbagai amalan-amalan yang berbobot, sehingga keutamaan itu benar-benar bernilai, baik secara individual maupun sosial.

Para ulama sudah mengklasifikasikan jenis amalan yang hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram yaitu:

1. Melakukan shalat

2. Berpuasa

3. Menyambung silaturrahmi

4. Bersedekah

malam bershalawat menyambut tahun baru Islam dan pawai 1 Muharram.
malam bershalawat menyambut tahun baru Islam dan pawai 1 Muharram. (istimewa/Kominfo HSS.)

5. Mandi

6. Memakai celak mata

7. Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)

8. Menjenguk orang sakit

9. Menambah nafkah keluarga

10. Memotong kuku

11. Mengusap kepala anak yatim

12. Membaca surat al-Ikhlas sebanyak 1000 Kali

Baca: 1 Muharram 1440 H, Ini Niat Puasa Bulan Muharram Amalan Sunnah Penghapus Dosa Setahun

Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama mengawetkannya dalam bentuk nadham yang dinukil As-Syaikh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ

صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ

وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Artinya: Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalatlah,sambung silaturrahmi, ziarahi orang alim, menjenguk orang sakit dan bercelak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali.

Kedua belas amalan ini hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram, mengingat keutamaannya yang terdapat di dalamnya.

Peserta pawai menyambut tahun baru Islam 1440 Hijriah terlihat antusias. (banjarmasin post group/ helriansyah)
Niat Puasa Asyura dan Tasu'ah

Puasa bulan muharram ada dua jenis yaitu puasa Tasu’ah dan puasa Asyura.

Menurut penjelasan para ulama, bulan muharram merupakan salah satu bulan yang paling mulia selain bulan ramadhan.

Karena bulan kemuliaan bulan muharram ini, maka dianjurkan untuk melaksanakan sunnah puasa tasu’a dan puasa asyura.

Dikutip Banjarmasinpost.co.id dari situs Nahdlatul Ulama Indonesia, Puasa Asyura dan Puasa Tasu’a dilaksanakan berurutan.

Pelaksanaan puasa sunah Tasu‘a adalah tanggal 9 Muharram dan Puasa Asyura tanggal 10 Muharram.

Berikut ini contoh lafal niat puasa Tasu‘a.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Sedangkan contoh lafal niat puasa sunah Asyura sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunah puasa Tasu’a atau Asyura diperbolehkan berniat sejak ia berkehendak puasa sunah.

Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib (menurut madzhab Syafi’i).

pawai 1 Muharram.
pawai 1 Muharram. (istimewa/Kominfo HSS.)

Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Tasu’a atau Asyura di siang hari. Berikut ini lafalnya.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â awil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.

Selain puasa sunnah di bulan Muharram yang dilakukan pada 9 dan 10 Muharram, amalan sunnah lainnya bisa dikerjakan di sepanjang bulan Muharram.

Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved