Berita Kotabaru

Debit Air Baku Embung Kembali Turun, Pipa Sebagian Pelanggan Tidak Teraliri Air

Perasaan cemas kembali menggelayuti masyarakat khususnya pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM).

Debit Air Baku Embung Kembali Turun, Pipa Sebagian Pelanggan Tidak Teraliri Air
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Perasaan cemas kembali menggelayuti masyarakat khususnya pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM).

Bahkan sebagian daerah layanan ada yang mulai tidak teraliri air bersih, diantaranya kawasan jalan Veteran.

Terganggunya layanan distribusi air bersih ke sebagian pelanggan di kawasan jalan Veteran, seperti di Gang Mawar, Kecamatan Pulaulaut Utara karena melemahnya tekanan air di instalasi pengolahan air (IPA).

Salah satu penyebab krisis kembali terjadi, karena beberapa hari ini hujan tidak lagi mengguyur.

Baca: Persyaratan Pemprov Kalsel Jelang Penerimaan CPNS 2018, Perkasa Alam : KK Penting

Akibatnya aliran sungai sebagai sumber baku PDAM kembali mengering.

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah mengakui, sungai salah satu sumber air baku PDAM sejak beberapa hari ini kembali mengering karena tidak adanya hujan.

Ipansyah mengakui terganggunya layanan distribusi ke sebagian pelanggan di kawasan Veteran, karena melemahnya tekanan.

Baca: Tips Lolos Tes CPNS Diungkap Kementerian BUMN, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

"Bahkan ada tidak keluar sama sekali," kata Ipansyah kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (11/9/2018).

Ipansyah, pun sedikit cemas.

Ancaman terganggunya distribusi air bakal meluas, selain disebabkan air sungai sumber air baku kembali mengering.

Stok air baku di embung Gunung Tirawan, terlebih Gunung Ulin yang melayani ribuan pelanggan di wilayah layanan perkotaan terus menyusut.

Baca: Ketentuan Penerimaan CPNS 2018 di Pemprov Kalsel, Ada 137 Formasi di Pemkab Tapin

"Air embung Gunung Ulin berkurang 25 sentimeter dari batas normal 600 sentimeter. Sehari penurunannya rata-rata 10 sentimeter," ucap Ipansyah.

Ipansyah memastikan, apabila kondisi ini terus berlanjut, tidak ada hujan dalam beberapa hari ke depan, terpaksa memberlakukan kembali pendistribusian air bersih bergiliran.

Terpisah, sebelumnya Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya mengatakan, terkait ancaman krisis air bersih, pihaknya telah merencanakan bantuan pendistribusian air bersih mengoptimalkan armada mobil tanki.

Distribusi bantuan air bersih diutamakan khususnya wilayah-wilayah sudah tidak teraliri air bersih pipa PDAM.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved