Berita Kabupaten Banjar

Dinas Kesehatan Banjar Tunggu Hasil Laboratorium Untuk Pastikan Apakah Campak atau Rubella

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menunggu hasil uji laboratorium 53 santri di salah satu pondok pesantren di Martapura.

Dinas Kesehatan Banjar Tunggu Hasil Laboratorium Untuk Pastikan Apakah Campak atau Rubella
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Mata siswa kelas VI C di SDN 4 Angsau itu terpejam selama proses imunisasi Campak dan Rubella disuntikkan petugas, Jumat (3/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menunggu hasil uji laboratorium 53 santri di salah satu pondok pesantren di Martapura, apakah dampak atau rubella. Penanganan-penanganan sudah dilalukan oleh dinas kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikwansyah mengatakan,sampai sekarang kasus yang terdata sebanyak 53 orang di Kabupaten Banjar, hanya saja untuk memastikan apakah campak atau rubella pihaknya menunggu hasil laboratorium. Dirinya membenarkan sebanyak 53 anak itu merupakan santriawati di salah satu pondok pesantren yang ada di Kabupaten Banjar.

"Sudah kami lakukan tindakan-tindakan, mulai dari pengobatan, pemberian vitamin A kepada anak yang terindikasi terkena penyakit tersebut, pengambilan spesimen pada kasus sebanyak 17 sampel berupa darah untuk mengetahui jenis virus dan sampel urine untuk mengetahui tipe virus," katanya.

Baca: Live Streaming RCTI - Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mauritius, Laga Ujicoba Jelang Piala AFF

Baca: Jadwal & Link Live Streaming RCTI Timnas Indonesia vs Mauritius, Laga Ujicoba Jelang Piala AFF 2018

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming RCTI Timnas Indonesia vs Mauritius - Link RCTI di Sini

Baca: SEBENTAR LAGI! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mauritius di RCTI, Jelang Piala AFF 2018

Lebih lanjut, Ikhwansyah juga mengatakan, pihaknya juga sudah membagikan masker pada anak yang sakit untuk mengurangi terjadinya wabah. Juga sudah melakukan pengkarantinaan anak yang sakit di klinik pondok pesantren tersebut.

"Indikasi sementara adalah campak, namun belum bisa dipastikan karena menunggu hasil ujii laboratorium," tegasnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya terus menyampaikan pentingnya imunisasi MR, apalagi sekarang ini sudah ada rekomendasi dari MUI yang pada intinya membolehkan. Sosialisasi-sosialisasi juga sudah gencar dilakukan, dan meminta dukungan dari kantor kementerian agama.

Tentunya menjadi harapannya adalah semua sasaran kelompok umur 9 bulan sampai 15 tahun mendapatkan imunisasi MR. Mengingat saat ini capaian imunisasi MR di Kabupaten Banjar masih tergolong rendah dibanding kabupaten lainnya di Kalsel yakni masih 16 persen lebih.

Diantara 24 Puskesmas yang ada di Kecamatan Kabupaten Banjar, persentase terendah ada di Beruntung Baru yang hanya 0,03 persen. Persentase terbesar oleh Puskesmas Telaga Bauntung yakni 55,25 persen disusul Karang Intan 2 yakni, 48,67 persen.

“Untuk di Telaga Bauntung tinggal sebanyak 934 anak yang belum imunisasi MR, terbanyak yang belum adalah di Gambut yakni 12.585 anak,” jelasnya.

Baca: Lahan Terbakar, Warga Mabuun Tabalong Sempat Geger karena Tak Jauh dari Permukiman

Baca: Ayu Ting Ting Dikejutkan dengan Pertanyaan Punya Suami Baru, Ini Jawabannya Pada Ranggi Pratama

Baca: Hasil (Skor) Akhir Persipura Jayapura vs Sriwijaya FC Liga 1 2018 : Skor 1-0, Friska Jadi Pahlawan

Baca: Hasil Japan Open 2018 - Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama, Ditaklukkan Wakil India

Diungkapkannya, Kabupaten Banjar perlu mencontoh beberapa kabupaten lainnya yang persentase pelaksanaan MR tergolong tinggi. Seperti Kabupaten Tapin yang sudah 38,88 persen, Tabalong yakni 37,64 persen dan Kota Banjarbaru yakni 35,69 persen serta Kabupaten Kotabaru 35,52 persen.

Oleh sebab itulah lanjut Ikwansayah, dinas kesehatan bersama tim terus memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pemberian imunisasi MR. Masyarakat perlu mengetahui tentang imunisasi dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya.

Dia menambahkan, pelaksanaan imunisasi MR di Kabupaten Banjar selama dua bulan yakni Agustus sampai September. Adapun data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, jumlah imunisasi MR di tiap kabupaten atau kota yakni untuk Tanah Laut ditargetkan 92.769 anak. Kemudian Kotabaru 99.604 anak dan Kabupaten Banjar sebanyak 153.808 anak.

Barito Kuala yaitu 83.161 anak dan Tapin 48.510 anak. Sedangkan Hulu Sungai Selatan 61.008 anak dan Hulu Sungai Tengah 70.578 anak. Serta Hulu Sungai Utara yang berjumlah 64.630 anak. Sedangkan Tabalong yakni 67.957 anak dan Tanah Bumbu 99.722 anak. Kemudian untuk Balangan mencapai 36.592 anak dan Banjarmasin menjadi jumlah terbanyak yaitu 176.209 anak. Kota Banjarbaru mencapai 65.974 anak. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved