Berita Batola

Dinas Pendidikan Batola Putuskan Pertahankan SDN Sawahan 2

Dinas pendidikan Kabupaten Batola memutuskan untuk mempertahankan SDN Sawahan 2, Kecamatan Cerbon, kabupaten setempat.

Dinas Pendidikan Batola Putuskan Pertahankan SDN Sawahan 2
Edi Nugroho
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batola, Sumarji 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas pendidikan Kabupaten Batola memutuskan untuk mempertahankan SDN Sawahan 2, Kecamatan Cerbon, kabupaten setempat.

Sebab, jika SDN Sawahan 2 ditutup dipastikan siswa di kawasan setempat akan mencari sekolah yang lokasinya jauh sekali.

“Kasihan sisa siswanya di SDN Sawahan II kalau SDnya kita tutup. Meskinya siswanya cuma 38 siswa, SD Sawahan 2 kita putuskan untuk tetap dipertahankan. Kita berani menutup sekolah tersebut, kalau memang ada sekolah yang lokasinya berdekatan,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batola, Sumarji, Selasa 11/9/18)

Baca: Syarat Ini Harus Dipenuhi Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran CPNS Hanya di sscn.bkn.go.id

Seperti diketahui, kondisi memprihatinkan dialami SDN Sawahan II, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola. Sebab, siswanya dari tahun-tahun makin berkurang dan hingga tahun ini jumlah siswa dari kelas I sampai VI cuma 38 siswa.

“Iya sejak sejak tiga tahun terakhir kami kekurangan siswa. Total siswa kelas I sampai VI cuma 38 siswa. Bahkan, untuk kelas empat siswanya cuma tiga orang,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sawahan II, Fahrurozi.

Fahrurozi menjelaskan ada untuk kelas satu siswanya cuma satu siswanya cuma delapan, kelas dua siswanya lima orang, kelas tiga siswanya tujuh orang, kelas empat siswanya tiga orang, kelas lima tujuh orang dan kelas enam juga delapan siswa.

“Jumlah siswa masing-masing kelas di SDN Sawahan II termasuk sedikit untuk ukuran SD negri,” katanya.

Baca: Jadwal Siaran langsung RCTI (Live) Timnas Indonesia vs Mauritius Hari Ini Selasa (11/9/2018)

Dia berharap Pemkab Batola kembali menghidupkan lokasi warga UPT trasmigrasi di kawasan Sawahan agar nantinya siswa yang sekolah di SDN setempat bertambah banyak. Selain itu, jalan menuju lokasi ke SDN Sawahan II juga rusak berat karena dilewati truk sawit.

“Kita harapkan ke depan UPT pemukiman transmigrasi sawahan bisa bertambah penduduknya,” tegas Fahrurozi.

Dijelakann Fahrurozi, informasinya warga UPT Trans di kawasan Sawahan banyak pulang ke Jawa dan tanahnya sebagian dijual. Diperkirakan, warga UPT Trans Sawahan itu tidak betah di lokasi trasmigrasi sehingga banyak memilih pulang ke Jawa.

“Dulu, waktu lokasi UP Transmigrasi masih ramai, siswa SDN Sawahan II masih mencapai 60 lebih siwa dan kini tingga separonya,” tegas Fahrurozi.

(banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help