Berita Kabupaten Banjar

Disnakbun Banjar Himbau Peternak Tak Resah Pascakematian Sapi Mendadak di Pingaran Ulu

Tim kesehatan hewan sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Hasilnya enam ekor diduga keracunan karena tidak ada gejala sakit sebelumnya.

Disnakbun Banjar Himbau Peternak Tak Resah Pascakematian Sapi Mendadak di Pingaran Ulu
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar, Dondit Bekti 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURADinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar minta masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi daging sapi pascaditemukannya tujuh ekor sapi di Desa Pingaran Ulu yang mati karena diduga keracunan.

Kepala Disnakbun Kabupaten Banjar, Dondit Bekti juga menghimbau petani peternak tidak usah resah terkait fenomena kematian sapi tersebut, karena potensi dan peluang pasar sangat menjanjikan.

Dia juga mengatakan, tim kesehatan hewan sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Hasilnya enam ekor diduga keracunan karena tidak ada gejala sakit sebelumnya.

Dijelaskannya, untuk menguatkan diagnosa, pihaknya sudah mengambil sampel darah untuk tes laboratorium. Sampel tersebut diambil dari sapi yang masih adai, bukan dari sampel sapi yang mati.

“Awalnya kami mengarah kepada penyakit jembrana, tetapi fakta dilapangan, sapinya bukan sapi bali melainkan hasil silang Bali dengan Peranakan Ongole (PO),” jelasnya.

Baca: Live Streaming RCTI - Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mauritius, Laga Ujicoba Jelang Piala AFF

Baca: Hasil Timnas Indonesia Vs Mauritius Live RCTI, Skor 0-0 untuk Sementara

Baca: Hasil (Skor) Akhir Bali United vs Persela Lamongan Liga 1 2018 Pekan 21, Skor 3-2, Hujan Gol

Baca: Guru Mamanda yang Perhatian Berpulang, Begini Foto Suasana Sirajul Huda Saat Dimakamkan

Pihaknya di lapangan juga sudah memberikan saran pada peternak, agar lebih inten dalam pemeliharaan dan pengawasan sapinya. Meski dugaan kematian sapi bukan karena jembrana, tetap dihimbau sementara jangan beli sapi dulu, dan sebaiknya beli sapi non bali saja seperti hasil silang PO, limousin, simental dan lainnya.

“Agar peternak juga melakukan pemeliharaan secara benar sesuai anjuran teknis, berikan pakan yang cukup dan berkualitas. Apalagi saat ini musim kemarau, syukur-syukur diberikan pakan tambahan seperti singkong, dedak, sisa limbah makan,” himbaunya.

Dia juga menghibau bagi peternak agar secepatnya menghubungi petugas peternakan di lapangan, jika sapinya sakit, minta kawin atau mungkin sudah dikawinkan tetapi tidak bunting. Pihaknya siap untuk membuntingkan sapi.

Adapun total sapi di Kabupaten Banjar sebanyak 17.364 ekor, terbanyak ada di Sambungmakmur, Aranio, Pengaron, Sungaipinang, Mataraman dan Karangintan.

Baca: Besok, PDAM Kotabaru Distribusikan Air Bergilir di Dua Wilayah Akibat Pasokan Air Baku Terganggu

Baca: Guru Mamanda yang Perhatian Berpulang, Begini Foto Suasana Sirajul Huda Saat Dimakamkan

Baca: Hasil Japan Open 2018 - Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama, Ditaklukkan Wakil India

Baca: Hasil Japan Open 2018 - Anthony Ginting Melaju ke Babak Kedua, Taklukkan Wakil Hong Kong

Pemilik sapi di Desa Pingaran Ulu Kecamatan Astambul, Poneran mengatakan, sapi-sapinya mendadak mati. Dirinya heran karena sapi miliknya sehat dan gemuk, namun kematian sapi ada tanda mencurigakan di organ lambung, jantung dan hati sapi rusak.

“Kemungkinan bisa saja ada yang meracuni. Indikasi mengarah ke racun karena ada pola, cara mati, sisa bangkai yang setipe,” katanya.

Pemilik sapi lainnya Solihun sejak beberapa hari sapi miliknya tidak keluar kandang setelah mengetahui adanya kematian sapi yang mendadak. Dirinya terpaksa mencari rumput untuk makanan sapi lebih banyak dari biasanya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved