Berita Banjarbaru

Nadjmi Adhani : Kesadaran Ikut Imunisasi MR Muncul Setelah Virus Rubela Positif Menimpa Santri

Sejak diketahui adanya positif virus rubella diderita oleh santri muncul kesadaran masyarakat melakukan imunisasi rubella untuk anaknya.

Nadjmi Adhani : Kesadaran Ikut Imunisasi MR Muncul Setelah Virus Rubela Positif Menimpa Santri
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Wali kota Banjarbaru Nadjmi Adhani saat ditemui di SMP IT Hidayatul Quran Boarding School Banjarbaru, Selasa (11/9/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wali kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mengatakan saat ini capaian imunisasi MR di Banjarbaru telah 32%.  Sejak diketahui adanya positif virus rubella diderita oleh santri muncul, ujarnya, kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi rubella untuk anaknya.

"Ada yang melakukan secara mandiri karena sekolah menolak untuk melakukan imunisasi di sekolah,"ujarnya saat ditemui, Selasa (11/09/2018) kepada Banjarmasinpost.co.id.

Terkait adanya sekolah yang masih menolak melakukan mengadakan imunisasi MR di sekolah Nadjmi mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dengan MUI.

"Sudah diadakan di dua Pondok Pesantren selanjutnya akan terus kami sosialisasi sosialisasikan ke sekolah lain,"ujarnya.

Baca: 37 Santri Dinyatakan Positif Rubella, Begini Tanggapan Pengelola Pondok Pesantren di Banjarbaru

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, BKN Gelar Latihan Gratis Tes CAT di Yogyakarta dan Semarang Cek di Sini

Baca: Penerimaan CPNS Dibuka 19 September, Ada 100 Soal Tes CPNS, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: Tips Lolos Tes CPNS Diungkap Kementerian BUMN, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Namun September ini terangnya Dinkes Banjarbaru tidak lagi mengadakan imunisasi MR ke sekolah-sekolah, melainkan imunisasi diadakan di Fasilitas Kesehatan misalnya Posyandu dan Puskesmas serta rumah sakit.

Sementara Kadinkes Kota Banjarbaru, Agus Widjaja mengatakan saat ini penanganan anak terdeteksi mengalami rubella hanya tinggal pemberian vaksin MR. Setelahnya dengan adanya pemberian vaksin maka diharapkan tak membahayakan bagi anak khususnya bagi anak perempuan yang saat dewasa akan hamil dikhawatirkan memberi pengaruh buruk bagi jabang bayi.

"Kita sudah memperingati ke penghuni pondok pesantren yang Ustazah nya yang hamil atau perempuan di sana ada yang hamil agar hati-hati terhadap penyebaran virus campak rubella,"ujarnya.

Setelah 19 kasus campak di pondok pesantren satu, kemudian 32 di pondok pesantren dua, ditambah sembilan dari SMAN 2 Banjarbaru. Kini bertambah lagi sebanyak dua orang dari Poltekes Banjarmasin di Banjarbaru.
(Banjarmasinpost.co.id /miln)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved