Pilpres 2019

Partai Bulan Bintang Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019? Sekjen PBB Beri Sinyal Ini

belum ada keputusan dari Partai Bulan Bintang (PBB) untuk menentukan arah dukungannya pada Pilpres 2019.

Partai Bulan Bintang Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019? Sekjen PBB Beri Sinyal Ini
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sampai saat ini, belum ada keputusan dari Partai Bulan Bintang (PBB) untuk menentukan arah dukungannya pada Pilpres 2019.

Namun pernyataan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra soal calon presiden petahana tak perlu berhenti atau cuti sebenarnya mempunyai pesan politik yang tegas. Apakah mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin?

Sekretaris Jenderal PBB, Afriansyah Noor mengatakan, PBB sedang menunggu Ijtima’ Ulama II agar pandangan PBB tidak bertabrakan dengan pandangan para ulama.

"Yang jelas, kata Afriansyah, Partai Bulan Bintang akan berada dalam satu barisan dengan pasangan calon yang ada ulamanya," kata Sekjen PBB dalam keterangannya, Senin (10/9/2018).

Baca: Buka-bukaan Kementerian BUMN Soal Tips Lulus Tes CPNS, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: Cara Registrasi untuk Daftar di Penerimaan CPNS, Ini Link Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: Jadwal & Link Live Streaming RCTI Timnas Indonesia vs Mauritius, Laga Ujicoba Jelang Piala AFF 2018

Dalam memutuskan dukungan, PBB mempertimbangkan segala sesuatu dengan menimbang-nimbang kepentingan bangsa, negara dan umat Islam, di samping tentunya kemaslahatan PBB sendiri sebagai Partai Islam yang juga sekaligus sebagai Partai Kebangsaan.

"Manfaat dan mudlarat dalam memberikan dukungan itu harus jelas, dan disasarkan kepada hitung-hitungan yang rasional," katanya.

Afriansyah menyebut pernyataan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra soal calon presiden petahana tak perlu berhenti atau cuti merupakan pendapat akademik Yusril sebagai pakar di bidang hukum tata negara.

Pendapat akademiknya menjadi pandangan seorang negarawan yang melihat persolan bangsa dan negara secara obyektif dengan mengedepankan kepentingan seluruh bangsa dan negara.

“Sikap Pak Yusril sebagai akademisi, biasanya sejalan dengan sikap politiknya dan beliau tidak pernah “split personality” dalam bersikap," katanya.

Bagi Yusril seorang politisi haruslah mendasarkan sikap politiknya pada intelektualisme.

"Jadi, disini bisa dibaca kemana arah politik Pak Yusril dan PBB sebenarnya,” kata Afriansyah.

Editor: Murhan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help