Campak dan Rubella

Ada Sekolah dan Pesantren Menolak Imunisasi MR, Kepala Kemenag Kalsel: Kami Tak Bisa Memaksa

Ada Sekolah dan Pesantren Menolak Imunisasi MR, Kepala Kemenag Kalsel: Kami Tak Bisa Memaksa

Ada Sekolah dan Pesantren Menolak Imunisasi MR, Kepala Kemenag Kalsel: Kami Tak Bisa Memaksa
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Kemenag Kalsel M Noor Fahmi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Kalsel, Noor Fahmi, menyatakan, pihaknya menyerahkan kepada warga mau tidaknya divaksin.

"Kami tidak memaksakan, sekolah atau madrasah maupun pondok pesantren menolak diivaksin silahkan," katanya, Selasa (11/9/2018).

Menurut dia, pihaknya melakukan apa yang disarankan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca: Banjar Pun Tunggu Hasil Lab 53 Sampel Darah, Diduga Ada Virus Rubella Seperti Banjarbaru

Fahmi yakin sekolah dan madrasah sudah punya landasan atau dasar untuk dilakukannya vaksin.

Sementara itu, berjalannya laporan imunisasi Measles Rubella (MR) di Kalimantan Selatan, belum ditemukan adanya kasus ikutan yang dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Inumisasi (KIPI) MR.

Menurut Edi Hartoyo, Ketua pengurus Daerah (KIPI) Kalsel, hingga kini belum ada di Kalsel laporan KIPI. "Belum ada, dan biasanya hanya sampai pokja kabupaten selesai," ujarnya.

Dalam penjelasannya sebelumnya, Edy mengatakan, laporan diduga KIPI dalam penyelenggaraan imunisasi campak Tahun 2016 atau fase pertama di Jawa tidak ditemukan karena kejadian diakibatkan vaksin.

"Setelah diteliti semuanya laporan yang ada,kejadian yang mengikuti bukan karena vaksinya, namun penyakit yang lain menyerang sebelum divaksin dan dilaporkan koinsiden berarti terdapat pada titik yang sama dalam satu ruang," jelasnya.

Baca: Syarat Wajib untuk Jabatan Khusus Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran Hanya di sscn.bkn.go.id

Secara detil Edy menjelaskan, dari sasaran imunisasi campak dan laporan KIPI tahun 2016 lalu.
Jenis penyelenggaran imunisasi 2016, dari sasaran 4.224.319 laporan KIPI hanya satu dengan kesimpulan koinsiden. Untuk imunisasi dasar campak 9 bulan dari target 4.818.211 ada 11 laporan KIPI namun hasilnya koinsiden semua.

Juga imunisasi lanjutan campak vaduta sebanyak 4.746.438, ada laporan KIPI tiga dan hasilnya koinsiden.

Adapun imunisasi lanjutan pada usia sekolah dasar sebanyak dengan target 3.344.303 dilaporkan ada 2 kasus KIPI namun setelah diinvestigasi hasilnya koinsiden. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help