Berita Kotabaru

ASDP Optimalkan Kapal Penyeberangan untuk Layanan Masyarakat Batulicin-Kotabaru

Bentuk komitmen ASDP memberikan layanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan

ASDP Optimalkan Kapal Penyeberangan untuk Layanan Masyarakat Batulicin-Kotabaru
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Bupati Kotabaru Sayed Jafar saat meninjau kapal penumpang, Jumat (18/3/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Perairan (PT ASDP) Batulicin-Kotabaru menyatakan, pengoperasian kapal feri secara optimal karena adanya keluhan masyarakat.

Hal itu dikemukakan General Manager ASDP Batulicin-Kotabaru Yudhi Yanuar melalui Manager Usaha Marsadik, sebagai.

Bentuk komitmen ASDP memberikan layanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan. Mengoperasikan optimal feri karena sempat adanya keluhan masyarakat terjadinya antrean kendaraan di darat.

Sebelumnya ASDP hanya mengoperasikan empat kapal dengan total 28 trip perhari. Sekarang ASDP sudah mengoperasikan kapal sampai 48 trip perhari.

Baca: Hasil Bhayangkara FC Vs Perseru Liga 1 2018 :Juara Bertahan Gagal Cetak Gol, Skor Babak Pertama 0-0

Baca: Hasil Borneo FC vs Persija Jakarta Liga 1 2018, Skor Kacamata di Babak Pertama

Baca: Nasib Sekdako Nonaktif Hamli Tergantung Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan, Ini Hasil MPPHDP

"Artinya yang diuntungkan masyarakat. Sebagai bentuk komitmen kami selalu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," kata Marsadik kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (12/9/2018) petang.

Ditambahkan dia, dengan pengoperasian kapal lebih optimal, tidak menjadi persoalan walau kapal harus berangkat kosong.

"Tapi itulah bukti keseriusan ASDP terhadap pemakai jasa," ucap Marsadik.

Marsadik mengakui, menjadi keluhan pengguna jasa. Terjadinya antrean di laut, karena pelabuhan di Tanjung Serdang hanya satu. Namun, ia menepis kapal baru sandar setelah satu jam lebih mengapung di laut.

"Tidak pernah sampai satu jam lebih, cuman 20 menit," jelasnya.

Bukti komitmen ASDP meningkatkan pelayanan, selain di wilayah Batulicin tersedia dua pelabuhan. Untuk di sisi Tanjung Serdang, pihaknya sudah membikin plengsengan (dermaga darurat).

Hanya untuk sementara waktu pelabuhan darurat tidak bisa dioptimalkan, karena terkendala ombak besar terjadi dalam tiga bulan terakhir.

"Karena terjadi antrean kapal kan yang di Tanjung Serdang. Di Batulicin sudah dua pelabuhan," katanya.

Selain mengoptimapkan dermaga darurat yang sudah digunakan saat kondisi perairan tenang, tambah Marsadik, ASDP tidak mungkin membangun pelabuhan permanan seperti di wilayah Batulicin.

Membangun pelabuhan permanen diperlukan investasi cukup tinggi atau sekitar Rp 35 miliar. Sementara di sampingnya sudah terbangun jembatan penghubung Pulaulaut-Batulicin.

"ASDP kan perusahaan BUMN. Jadi sekarang tidak pakai APBN, tapi dana ASDP sendiri. Kalau dulu pakai APBN, tinggal minta ke pemerintah pusat dibangunkan. Sekarang tidak bisa," jelasnya.

Sebaliknya ASDP memberikan dividen (pembagian laba) kepada negara. "Membangun satu jembatan tidak kurang Rp 35 miliar, untuk pengambilannya kapan. Sementara jembatan penghubung tiga, empat tahun lagi sudah beroperasi," tandas Marsadik.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved