BFokus Daerah

Banyak Nelayan Tak Punya Izin Kapal, Ternyata Ini Kendala yang Dihadapi

Banyak Nelayan Tak Punya Izin Kapal, Ternyata Ini Kendala yang Dihadapi

Banyak Nelayan Tak Punya Izin Kapal, Ternyata Ini Kendala yang Dihadapi
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Kapal nelayan di Kecamatan Takisung mengikuti lomba hias perahu, rela tidak melaut atau mencari ikan, setiap awal Desember 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Banyak Nelayan Tak Punya Izin Kapal,. Ternyata Ini Kendala yang Dihadapi.

Nasib serupa dialami nelayan di kabupaten tetangga Kotabaru, Tanahbumbu. Di sini,
nelayan banyak terdapat di beberapa kecamatan, seperti Simpangempat, Kusan Hilir, Sungai Loban, Angsana dan Satui.

Baca: Kotabaru, Tanahlaut dan Tanhbumbu Lumbung Ikan, Tapi 40 Persen Nelayannya Putus Sekolah

Masalah pendidikan juga dihadapi para nelayan di sini. Beruntung sekarang biaya pendidikan digratiskan.

Unding misalnya, nelayan Pagatan ini merasa sangat terbantu dengan gratisnya sekolah tersebut. Sebab, dia bisa fokus untuk mencari nafkah sebagai seorang nelayan. Namun menjadi seorang nelayan memang tidak mudah apalagi sekarang ini.

Banyak larangan-larangan yang diberlakukan. Meski saat ini ada ada masih ada kebijakan. Namun, nelayan masih terbebani karena tetap diminta untuk mengganti alat tangkapnya.

"Sekaran ini terbantu dengan sekolah gratis sampai SMA. Jadi kami sebagai nelayan bisa berpikir untuk fokus mencari untuk keperluan dapur," katanya, kemarin.

Baca: Link Live Streaming Japan Open 2018 Hari Kedua - Marcus/Kevin vs Rusia Main Pukul 15.00 WIB

Sementara kendala lainnya, saat ini solar cukup sulit dicari diluaran. Sebab, SPDN pengisian solar nelayan tak berjalan dengan baik. Sehinga serin membeli diluaran.

"Kesulitannya mencari BBM sulit karena dulu sempat lancar di SPDN namun sekarang tidak lancar," katanya.

Nasib tak jauh berbeda dialami juga nelayan Kabupaten Tanahlaut. Untungnya, di daerah ini nelayan masih bisa menggantungkan hidup pada usaha lain.

Di saat sedang tak melaut, nelayan Tanahlaut yang berada di kawasan Kintap, Jorong, Panyipatan, Takisung, Kurau dan Bumimakmur, bisa nyambi bertani padi dan berkebun atau tambak udang. Ada juga yang nyambi menjadi buruh bongkar muat tongkang batu bara.

Baca: Dipo Latief Minta Balikan, Nikita Mirzani Sebut Masih Cinta, Billy Syahputra Bilang Ini

Namun demikian bukan berarti nelayan di sini pun lepas dari masalah. Dari seluruh nelayan di pesisir Kabupaten Tanahlaut, ternyata belum semuanya memiliki surat izin ukur kapal. Tak hanya itu, kapal nelayan di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung juga tidak punya izin penangkapan ikan.

Ini sangat rawan jika terjadi penertiban dari aparat Satpolair ataupun patroli TNI Angkatan Laut di luar wilayah Kalsel.
Nelayan di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, paling banyak yang memiliki kapal kapasitas mesin besar.

Baca: Kekasih Deddy Corbuzier, Sabrina Chairunnisa Sindir Kriss Hatta Soal Hajar Hilda Vitria

Kapal itu kerap memburu jenis ikan besar seperti ikan tenggiri, ikan tongkol dan rajungan dan ikan peda setiap musim hingga ke perairan wilayah provinsi tetangga tanpa surat izin menangkap ikan dari Pemerintah Kalimantan Selatan.

Haji Utih, nelayan di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, mengaku kondisi tanpa surat legalitas menangkap ikan itu sudah berlangsung dua tahun ini.

Pengelolaan perikanan tangkap bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut, sejak awal 2017 lalu beralih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) .

Nelayan mengaku kesulitan memasuki perairan di wilayah provinsi tetangga, seperti di Kalimantan Tengah ataupun perairan di Kalimantan Barat. Itu karena aparat penegak hukum di wilayah provinsi tetangga tidak mau toleransi. "Kalau penegak hukum di Kalimantan Selatan, begitu diceritakan kondisinya, bisa memahami dan memberikan tolerasi," katanya.

Baca: Tak Bawa KTP Saat Razia Satpol PP, Lelaki Ini Harus Denda Rp 51.000, Langsung Sidang

Pengalaman Haji Darmawan, warga Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, kapalnya tak punya izin lantaran urusannya hingga kini tidak selesai. "Saya sudah mengurus ke Kintap, hingga kini belum ada petugas yang datang mengukur kapal saya," katanya.

Hampir sebagian kapal nelayan di pesisir pantai Takisung belum memiliki izin kapal akibat sulitnya nelayan mengurus perizinan. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat/mukhtar wahid/helriansyah)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help