Berita Hulu Sungai Tengah

Bawaslu Temukan 366 Pemilih Ganda di DPT, Ini Penjelasan Ketua KPU HST

Namun, setelah melakukan pencermatan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) HST menemukan 336 pemilih ganda.

Bawaslu Temukan 366 Pemilih Ganda di DPT, Ini Penjelasan Ketua KPU HST
Hanani
Ketua KPU HST Johransyah saat serah terima berkas pendaftaran bakal calon anggota legislatif dari sejumlah partai politik beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019, telah diumumkan dan ditetapkan oleh KPU Kabupaten Hulu Sungai Tengah beberapa waktu lalu pada rapat pleno terbuka.

Namun, setelah melakukan pencermatan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) HST menemukan 336 pemilih ganda. Pemilih ganda tersebut kebanyakan karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nama yang ganda.

“Setelah kami telusuri, ternyata orangnya hanya satu,”kata Ketua Bawaslu HST, Ahsani, dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id Rabu (12/9/2018).

DIjelaskan, awalnya ditemukan 367 orang yang diduga ganda, namun setelah diteliti ternyata satu orang tersebut ternyata NIK sama, tapi orangnya memang berbeda.

Untuk lebih jelasnya bagaimana prosesnya sampai terjadi pemilih ganda, kata Ahsani jawaannya ada di KPU, serta Dinas Kependudukan Catatan SIpil.

Ahsani menyebutkan, Bawaslu menjanan smua tahapan berkaitan dengan hak pilih.

Baca: Link Live Streaming Japan Open 2018 Hari Kedua - Marcus/Kevin vs Rusia Main Pukul 15.00 WIB

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Japan Open 2018, Marcus/Kevin vs Rusia

Baca: Dikabarkan Putus Dari Reino Barack, Raffi Ahmad Sebut Lelaki Minder Dekati Luna Maya Karena Ini

Baca: Bolehkah Berpuasa Asyura di Bulan Muharram Tanpa Puasa Tasua? Begini Penjelasannya

Semua proses pengawasan dilaksanakan bersama, agar prinsip data pemilih mutahir, kompreshensif dan akurat.

“Selain kegandaannya, kami juga melakukan pemetaan terhadap pemilih tak memenuhi syarat, kurang informasi, serta pemilih memenuhi syarat tapi tak masuk DPT. Kami akan terus melakukan pengawasan terkait kegandaan, demi menjaga kualitas DPT pemilu 2019,” katanya.

Mengenai terjadinya pemilih ganda tersebut, Ketua KPU HST, Johransyah kepada BPost menjelaskan, berawal dari Surat KPU RI Nomor 1033/PL.01.2.SD/01/KPU/2018, 7 September 2018. Surat tersebut perihal penyempurnaan DPT.

Hasil pencermatan bersama, KPU, Bawslu, da Partai Politik tingkat nasional. Provinsi dan kabupaten/kota,dilakukan verifikasi faktua ganda dengan memperhatikan berbagai unsur.

“Unsur tersebut, NIK, NKK, Nama,Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, serta alamat,” jelas Johransyah.

Berdasarkan Surat Bawaslu HST Nomor 49.KS -05/PM.01.02/IX/2018perihal rekomendasi pencermatan DPT, jumlah pemilih ganda yang disampaikan, kata Johransyah ada 367. Setelah dilakukan pencermatan bersama, ada 366 yang benar-benar ganda, hingga dilakukan penghapusan.

Rapat pleno penghapusan, jelas Johransyah dilaksanakan Kamis 13 September.

Dijelaskan, sebelum dilakukan pencermatan tersebut, terjadi sanggahan dari pihak parpol di tingkat pusat bersama Bawaslu termasuk terhadap DPT Kalsel. Awalnya, kata Johransyah di HST di sebut-sebut ada 38.000 lebih pemilih ganda.

Namun, akhirnya di klarifikasi bahwa data tersebut bersumber dari data pemilih sementara, sehingga secara autentik tak terbukti.

“Selasa malam kami mengundang pihak parpol. Ada delapan perwakilan parpol yang hadir. Setelah dicermati tak ada data yang valid. Data yang valid hanya dari pihak BAwaslu HST, yaitu 366,”katanya.

Bagiamana bisa terjadi pemilih ganda? Johransyah mengatakan, karena kesamaan NIK, kesamaan nama, ada juga yang pindah alamat dimana orang tersedbut sudah terdata di tempa tinggal lama, lalu terdata lagi di tempat tinggal baru.

Adapula karena terjadi kesalahan saat memasukkan data ke komputer.

“Memang ketika mencermati masih ada hal diluar kemampuan,”kata Johransyah.

Sementara itu, untuk jumlah DPT HST, sebelum dilakukan pencermatan, awalnya 184.435.366 dari jumlah penduduk 250 ribu jiwa lebih.

Dengan adanya temuan pemilih ganda tersebut, total DPT HST 184.435.000 orang.

Dijelaskan data pemilih pemilu 2019 ini berkurang dari pemilu sebelumnya, karena sebagian masyarakat ada yang belum dilakukan perekaman.

Sedangkan untuk pemilih milenial, yang nanti saat 2019 berusia 17 tahun, akan masuk Daftar Pemilih Tambahan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved