Campak dan Rubella

Beredar Surat Kemenag Kalsel Agar Sukseskan Imunisasi MR, MIN di Kalsel Ngotot Menolak

Beredar Surat Kemenag Kalsel Agar Sukseskan Imunisasi MR, MIN di Kalsel Ngotot Menolak

Beredar Surat Kemenag Kalsel Agar Sukseskan Imunisasi MR, MIN di Kalsel Ngotot Menolak
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Gubernur Kalsel, H Sabirin Noor meninjau proses imunisasi. Ia juga didampingi oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudhatul Jannah, Bupati Banjar, H Khalilurrahman, Kepala Dinas Kesehatan Prov Kalsel, Dr H M Muslim dan jajaran lainnya. Termasuk dari Kementrian Kesehatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel mengeluarkan surat edaran ke seluruh kemenag kabupaten dan kota untuk menyukseskan imunisasi MR.

Dalam surat tersebut, Kakanwil Kemenag mengajak sekolah-sekolah dan pondok pesantren bersama-sama mendukung pemberian vaksin kepada buah hatinya demi menangkal virus rubella.

Faktanya, surat edaran tersebut masih belum berdampak. Tidak sedikit sekolah dan orangtua siswa menolak melakukan imunisasi MR. 

Baca: Ada Sekolah dan Pesantren Menolak Imunisasi MR, Kepala Kemenag Kalsel: Kami Tak Bisa Memaksa

Seperti Halim, Kepala Sekolah MIN Banjar Gambut, yang dihubungi, Selasa (11/9), menegaskan pihaknya tetap menolak dilakukan imunisasi MR kepada para siswa.

Hal itu, sebut dia, merujuk suara mayoritas seluruh orangtua siswa, juga belum adanya pernyataan halal dari MUI terhadap bahan pembuatan vaksin MR yang diduga berasal dari babi.

"Jadi, sampai sekarang masih belum. Sesuai pernyataan MUI belum menyatakan halal terhadap bahan vaksin itu, kami pun menolak dilakukan imunisasi MR," ujar Halim. 

Baca: Syarat Wajib untuk Jabatan Khusus Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran Hanya di sscn.bkn.go.id

Meski begitu, Halim menjelaskan dirinya tidak melarang bila pemerintah memaksakan program itu tetap dilakukan di sekolahnya. Asalkan ada surat pernyataan yang menyatakan pemerintah menanggung penuh segala protes atau kejadian yang tidak diinginkan di kemudian hari.

"Selain itu, sebelum dilaksanakan imunisasi, kami diberikan waktu memberitahukan kepada orangtua siswa, apakah bersedia atau tidak. Kami tidak ingin di kemudian hari, sekolah menjadi sasaran protes orangtua siswa," ujarnya.

Mengenai surat edaran Kakanwil Kemenag Kalsel tentang dukungan pelaksanaan imunisasi MR di sekolah-sekolah, Halim mengaku belum mendapatkannya. Namun, sebut dia, pihaknya tetap berpegang teguh surat edaran pertemuan MUI.

Baca: Dipo Latief Minta Balikan, Nikita Mirzani Sebut Masih Cinta, Billy Syahputra Bilang Ini

"Berdasarkan surat edaran hasil pertemuan independen beberapa waktu lalu, menyebut bahwa (bakso MR) mengandung zat demikian (babi). Bahkan dari MUI menyebut itu haram. Tapi kalau memang dipaksakan harus dilakukan, seyogianya dibuat vaksin baru, " jelasnya.

Kabid Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kemenag Kalsel, membenarkan telah mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah dan kantor kemenag Kabupaten kota. Namun mengingat surat itu hanya berupa ajakan kepada sekolah agar mendukung pemberian vaksin.

Pihaknya tidak bisa memaksa bilamana sekolah dan orangtua menolak dilakukan vaksin.
"Kami tidak bisa memaksa. Karena bisa saja para orangtua memiliki pandangan berbeda," jelasnya.

Baca: Kekasih Deddy Corbuzier, Sabrina Chairunnisa Sindir Kriss Hatta Soal Hajar Hilda Vitria

Senada, Halimatus Sadiah, Kabid Pendidikan Pondok Pesantren Kakanwil Kemenag Kalsel, berujar, imunisasi MR bisa dilakukan kepada masyarakat, tergantung bagaimana pendekatannya.

"Sebagai pemerintah tentu kami mendukung upaya ini, karena bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Harapan kita ke depan, mudah-mudahan dengan sosialisasi sampai masyarakat ke bawah, memberikan pemahaman kepada mereka serta pendekatan, sehingga program tersebut diterima di masyarakat," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help