Campak dan Rubella

Capaian Imunisasi MR di Banjarbaru Cuma 32 Persen, Begini Kata Wali Kota Nadjmi

Capaian Imunisasi MR di Banjarbaru Cuma 32 Persen, Begini Kata Wali Kota Nadjmi

Capaian Imunisasi MR di Banjarbaru Cuma 32 Persen, Begini Kata Wali Kota Nadjmi
istimewa/humas pemko Banjarbaru
Wakil Ketua I TP PKK Kota Banjarbaru Hj Eny Apriyati Darmawan Jaya yang juga seorang petugas kesehatan mengikuti kegiatan pelayanan imunisasi Measles Rubella (MR) atau Campak dan Rubella 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, mengatakan, saat ini capaian imunisasi MR di Banjarbaru telah 32 %.

Capain itu sejak diketahui adanya positif virus rubella pada santri sehingga muncul kesadaran masyarakat melakukan imunisasi rubella untuk putra dan putrinya.

Baca: Bukan Cuma Al Falah, Ponpes Lain di Banjarbaru Juga Tolak Imunisasi MR, Begini Alasannya

"Ada yang melakukan secara mandiri karena sekolah menolak melakukan imunisasi di sekolah," ujar Nadjmi, Selasa (11/9/2018).

Terkait sekolah masih menolak melakukan imunisasi MR, menurut Nadjmi pihaknya akan terus melakukan sosialisasi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Sudah diadakan di dua pondok pesantren selanjutnya akan terus kami sosialisasikan ke sekolah lain," ujarnya.

Baca: 98 Persen Santri Al Falah Putra Menolak Imunisasi MR, Santri Al Falah Putri Terpaksa Diimunisasi

September ini, sebut dia, Dinkes Banjarbaru tidak lagi mengadakan imunisasi MR ke sekolah-sekolah, melainkan imunisasi diadakan di Fasilitas Kesehatan, misalnya Posyandu dan Puskesmas serta rumah sakit.

Sementara itu, Kadinkes Kota Banjarbaru, Agus Widjaya, mengatakan saat ini penanganan anak terdeteksi mengalami rubella hanya tinggal pemberian vaksin MR.

Setelah diberikan vaksin diharapkan tidak membahayakan bagi anak, khususnya bagi anak perempuan yang saat dewasa akan hamil dikhawatirkan memberi pengaruh buruk bagi jabang bayi.

Baca: Ponpes di Banjarbaru Ragu Hasil Lab Positif Virus Rubella, Syamsuni: Dinkes Hanya Sampaikan ke Media

"Kita sudah memperingati penghuni pondok pesantren yang ustazahnya hamil atau perempuan di sana ada yang hamil agar hati-hati terhadap penyebaran virus campak rubella," ujarnya.

Setelah 19 kasus campak di pondok pesantren satu, kemudian 32 di pondok pesantren dua, ditambah sembilan siswa SMAN 2 Banjarbaru dirtambah dua mahasiswa Poltekes Banjarmasin di Banjarbaru. (Banjarmasinpost.co.id/milna sari/hasby suhaily)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help