BFokus Daerah

Dari Soal Solar Hingga Kartu Identitas Nelayan, Ini yang Dilakukan Pemerintah Daerah untuk Mereka

Dari Soal Solar Hingga Kartu Identitas Nelayan, Ini yang Dilakukan Pemerintah Daerah untuk Mereka

Dari Soal Solar Hingga Kartu Identitas Nelayan, Ini yang Dilakukan Pemerintah Daerah untuk Mereka
dokumen pribadi
Kampung nelayan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanahbumbu, Faurazi Akbar, mengatakan nelayan di wilayahnya sekitar 3.500 orang.

"Kami terus berupaya membantu nelayan dan menyejahterakan mereka. Belum lama tadi, ada bantuan dana ke koperasi diterima kelompok nelayan tidak melalui Dinas Perikanan Tanbu.

Baca: Banyak Nelayan Tak Punya Izin Kapal, Ternyata Ini Kendala yang Dihadapi

Begitu juga dengan warga Trans Nelayan di Angsana juga diberikan bantuan kapal dan alatnya," katanya, kemarin.

Terkait BBM, diakuinya sempat aktif. Namun, terkadang nelayan justru membeli BBM di luar karena ada yang murah. 

Baca: Kotabaru, Tanahlaut dan Tanhbumbu Lumbung Ikan, Tapi 40 Persen Nelayannya Putus Sekolah

Namun saat harganya naik, baru kembali ke SPDN yang perlahan mulai meredup karena pengusaha enggan rugi berinvestasi.

"Serba salah juga. Ada SPDN, tapi nelayan malah beli diluaran saat harga murah. Tapi saat harga naik baru kembali ke SPDN yang sudah mulai jarang dibuka. Sebab, sebelumnya pemilik SPDN tidak sesuai dengan yang diperlukan," katanya.

Sebab itu, SPDN yang mulai tutup menjadi tugas Dinas Perikanan untuk kembali menggaet pengusaha untuk mengaktifkan SPDNnya. Anggaran yang tidak sedikit, sebab pengusaha enggan rugi.

"Ini kembali akan kami aktifkan lagi untuk kedepannya," katanya.

Baca: Link Live Streaming Japan Open 2018 Hari Kedua - Marcus/Kevin vs Rusia Main Pukul 15.00 WIB

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru, Ir Muchran Rasyid, tidak menepis kesejehteraan nelayan khusus di desa Rampa, mayoritas 80 warganya berprofesi nelayan jauh dari harapan.

Muchran juga tidak menepis, 80 persen desa berpenduduk berprofesi nelayan, sebagai di antaranya anak-anak yang putus sekolah.

Menurut Muchran, penyebab lambatnya pertumbuhan kesejahteraan. Salah satunya, karena ketidak merataan bantuan disalurkan.

"Kebiasaan di Rampa penerima bantuan berkelompok. Sementara menerima kelompoknya itu-itu saja. Ya memang sebagian sudah ada yang berubah," katanya.

Selain kedepannya akan ada program khusus, perlahan sambil dilakukan pembenahan terutama penggunaan jenis alat tangkap yang mamancu kesejahteraan.

Adapun di Tanahlaut, belum semua nelayan memiliki kartu identitas nelayan.

Baca: SEBENTAR LAGI! Live Streaming PSMS Medan vs PSIS Semarang - Link Indosiar & vidio.com di Sini

Jumlah yang memiliki kartu nelayan hanya sekitar 3.675 orang se Kabupaten Tanahlaut.

Jumlah itu diyakini masih kurang karena diperkirakan sekitar 10 ribu nelayan yang tersebar di 24 desa pesisir di 6 Kecamatan se Tanahlaut.

Kepala Seksi Nelayan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanahlaut, Edi Santoso mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan.

Pendataan itu melalui tenaga penyuluh perikanan untuk penerbitan kartu pelaku usaha perikanan atau Kusuka. Kartu ini memiliki manfaat yang banyak bagi nelayan karena didalamnya tak hanya sekedar identitas nelayan.

Kartu itu juga sekaligus integrasi keluarga nelayan, kapal dan usaha perikanan yang dikelola nelayan pemilik Kusuka. "Pendataan Kusuka itu masih proses," katanya.

Baca: Anak Bungsu Ahmad Albar, Ozzy Albar Ditangkap Miliki 2,6 Gram Ganja, Dibekuk Saat di ATM

Edi Santoso mengaku jika nelayan di Kabupaten Tanahlaut ini tidak sepenuhnya mendapat pelayanan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut ada sebabnya.

Itu karena sejak berlakunya Undang-Undang tentang Pemerintah Daerah, bidang perikanan diambilalih Pemerintah Provinsi.

"Kalau sebelum awal 2017 itu, masalah perikanan ditangani Pemerintah Daerah Kabupaten
Tanahlaut.

“Saat ini sudah ditangani Pemerintah Provinsi Kalsel. Semua urusan perikanan kewenangan Pemerintah Provinsi," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid/man hidayat/helriansyah)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help