Harga Vapor Melonjak

Harga Vapor Melonjak karena Pajak Tinggi, Pengguna Vape di Banjarmasin Galau

Harga Vapor Melonjak karena Pajak Tinggi, Pengguna Vape di Banjarmasin Galau Sampai Ada Jual Alat Hisapnya

Harga Vapor Melonjak karena Pajak Tinggi, Pengguna Vape di Banjarmasin Galau
KOMPAS IMAGES
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga Vapor Melonjak karena Pajak Tinggi, Pengguna Vape di Banjarmasin Galau Sampai Ada Jual Alat Hisapnya.

Kegalauan kini sedikit menimpa karyawan perusahaan kartu jaringan seluler di Banjarmasin, Uli tersebut.

Uli selain harus membiasakan menggunakan varian vape yang lebih murah, melainkan juga mengirit pemakaian.

Itu menyusul berangsur telah naiknya sejumlah varian vape.

Baca: Kekasih Deddy Corbuzier, Sabrina Chairunnisa Sindir Kriss Hatta Soal Hajar Hilda Vitria

Kenaikan harga tersebut seiring penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 146 tahun 2017 tentang pengenaan pajak atau cukai terhadap vape sebesar 57 persen 1 Juli lalu.

"Sudah sekitar seminggu ini saya pakai produk lokal. Harganya sih sebetulnya sama dengan yang pernah saya pakai dulu atau Rp 100 ribu perbotol. Cuman yang dulu kini naik, karena ada cukai, naik kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribuanlah," jelasnya, Selasa (11/9/2018).

Baca: Dipo Latief Minta Balikan, Nikita Mirzani Sebut Masih Cinta, Billy Syahputra Bilang Ini

Lebih lanjut, Uli sebetulnya tidak mempermasalahkan terkait kenaikan harga vape akibat pengenaan cukai.

Hanya saja ia berharap penerapan PMK 146 tahun 2017 tersebut, jangan sampai berdampak pada menurunnya kualitas vape.

"Karena kalau pun mahal, sebetulnya tidak masalah selama vape itu nyaman dan cocok untuk penggunanya. Kalau saya paling, ya diirit. Terpenting asalkan jangan sampai pengenaan cukai nanti mengurangi kualitas dan varian vape yang telah ada," ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie/nia kurniawan)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help