Berita Balangan

Kejadian Karhutla di Balangan Menurun, BPBD Tetap Lakukan Antisipasi dengan Cara Ini

Meski titik hot spot masih saja terpantau, namun intensitasnya relatif rendah, dan tak sebanyak ditahun sebelumnya.

Kejadian Karhutla di Balangan Menurun, BPBD Tetap Lakukan Antisipasi dengan Cara Ini
banjarmasinpost.co.id/elhami
Kepala BPBD Balangan, Alive Yoesfah Love 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kejadian Karhutla di Kabupaten Balangan selama 2018 di klaim berkurang hingga 35 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 2017.

Meski titik hot spot masih saja terpantau, namun intensitasnya relatif rendah, dan tak sebanyak ditahun sebelumnya.

Kepala BPBD Balangan, Alive Yoesfah Love mengatakan kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (12/9/2018), berkaca dari tahun sebelumnya Balangan lebih meningkatkan lagi antisipasi karhutla di 2018.

Menurut Alive, sejak musim hujan hingga selesai, BPBD Balangan sudah melakukan giat untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, dimana karhutla menjadi ancaman di Bumi Sanggam.

"Saat musim hujan berakhir kami sudah mendata lokasi mana yang bakal dibuka lahannya oleh warga, dengan demikian kami lakukan pendampingan dan sosialisasi agar saat membuka lahan dimusim kemarau/panas jangan dilakukan," jelasnya.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id, Segini Gaji Jika Lulus CPNS, Bisa Sampai Rp 39,3 Juta!

Baca: Tak Penuhi Syarat CPNS, Ini Jalur Alternatif Khusus untuk Kategori Ini di Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Kekasih Deddy Corbuzier, Sabrina Chairunnisa Sindir Kriss Hatta Soal Hajar Hilda Vitria

Lebih lanjut disampaikannya langkah demikian sangat efektif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga dalam membuka lahan tidak dengan cara membakar.

Selain itu posko induk juga didirikan sebagai tempat kordinasi, serta melakukan patroli setiap hari ke daerah-daerah dengan membagikan brosur dan pamplet kepada masyarakat.

"Antisipasi ini akan terus kami pertahankan ditahun mendatang dan berupaya untuk menekan karhutla sedini mungkin," tegasnya.

Lebih lanjut disebutkanya, selama 2018 ini sejak bulan Mei 2018 sampai sekarang sudah ada 21 titik hot spot, dengan kejadian kebakaran 13 kali.

Tim penanggulangan Karhutla saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Panggangmarak, Kecamatan Labuanamas Selatan, HST 7 Agustus 2018 lalu
Tim penanggulangan Karhutla saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Panggangmarak, Kecamatan Labuanamas Selatan, HST 7 Agustus 2018 lalu (istimewa)

"Adapun total lahan yang telah terbakar hingga saat ini sekitar 29,79 hektar yang terdiri ada lahan gambut, semak belukar, lahan pertanian dan perkebunan," ungkapnya.

Menurut Alive, untuk daerah-daerah yang masuk kategori rawan karhutla adalah di Kecamatan Batumandi, Lampihong, Paringin, Paringin Selatan.

Baca: Link Live Streaming UseeTV Japan Open 2018 Hari Kedua, Rabu (12/9) - Marcus/Kevin & Fajar/Rian!

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Indosiar Borneo FC vs Persija Liga 1 Pekan 21, Macan Tanpa Dua Pilar

Baca: Doa Ketika melihat Bulat Sabit Memasuki Awal Bulan Muharram 1440 Hijriyah, Beserta Artinya

"Daerah ini sebagian lahannya ada mempunyai lahan gambut sehingga perlu diwaspadai," ujarnya.

Selain itu juga ada daerah pegunungan seperti Halong, Tebing Tinggi, Juai dan Awayan juga bisa terjadi karhutla.

Alive mengharapkan kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan musim panas atau kemarau ini untuk membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, untuk musim kemarau di 2018 ini BPBD Balangan masih status siaga darurat karhutla, yang diperkirakan sampai bulan September 2018.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved