Tahun Baru Islam

Puasa Asyura 10 Muharram 1440 Hijriyah, Uniknya Tradisi Membuat Bubur Asyura di Kalimantan Selatan

Sebentar lagi adalah waktunya umat Islam berpuasa Asyura yang biasanya dilakukan tiap 10 Muharram.

Puasa Asyura 10 Muharram 1440 Hijriyah, Uniknya Tradisi Membuat Bubur Asyura di Kalimantan Selatan
banjarmasinpost.co.id/yayu
Tradisi membuat bubur Asyura ada di beberapa daerah di Indonesia yang masing-masingnya memiliki ciri khas tersendiri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bulan Muharram 1440 Hijriyah atau 2018 sedang berlangsung.

Sebentar lagi adalah waktunya umat Islam berpuasa Asyura yang biasanya dilakukan tiap 10 Muharram.

Di Kalimantan Selatan, ada tradisi membuat bubur Asyura selain juga berpuasa.

Tahun ini, puasa Asyura bertepatan pada Kamis (20/9/2018) nanti.

Itu berarti, di hari itu masyarakat, khususnya yang beragama Islam bakal memasak bubur Asyura secara bergotong royong.

Baca: Resep dan Cara Membuat Bubur Asyura, Kuliner Khas Puasa Asyura 10 Muharram

Baca: Billy Syahputra Masuk Rumah Sakit Lagi, Hilda Vitria Malah Ejek sang Kekasih Soal Makan Bubur

Baca: Daftar Orang Terkaya di Indonesia 2018, Sandiaga Uno Masuk 50 Besar, Ungguli Jusuf Kalla

Biasanya, tradisi ini dilakukan di kampung-kampung, tak terkecuali di Banjarmasin.

Seperti yang pernah diberitakan Banjarmasinpost.co.id tiga tahun silam, yaitu pada Jumat (23/10/2015), warga di beberapa perkampungan di Banjarmasin bergotong royong membuat bubur yang hanya ada setahun sekali ini.

Bubur ini berwarna kuning, rasanya gurih dan bahan campurannya banyak, bisa mencapai puluhan jenis.

Sesuai tradisinya, biasanya bahan campurannya mencapai 41 jenis.

Biasanya, yang dimasukkan ke adonan bubur berupa sayuran dan kacang-kacangan.

Jika kurang, maka harus ditambahi lagi dengan bahan lainnya, walaupun berupa batu atau lumut, yang penting jumlahnya pas 41 jenis sesuai tradisi yang berlaku.

Sementara bumbu penyedapnya berupa garam dan bubuk penyedap rasa.

Tak ada resep khusus untuk membuat bubur ini.

Bahannya bisa apa pun dan apa yang ada saja, sesuai dengan kondisi perekonomian warga yang membuatnya.

Yang penting bahannya banyak, mencapai 41 jenis dan cukup untuk dikonsumsi warga sekampung.

Tradisi memasak bersama itu berlangsung tiap tahun.

bubur Asyura
bubur Asyura (banjarmasinpost.co.id/yayu)

Di Banjarmasin, biasanya warga berkumpul di pagi hari, terutama kaum hawanya untuk memasak bubur itu.

Seperti yang dilakukan warga Jalan Pramuka, Gang Manunggal RT 10, Banjarmasin.

Tampak kaum hawanya sibuk memotong-motong berbagai sayuran seperti kacang panjang, wortel, kelapa, tempe hingga bawang merah.

Sedangkan kaum lelakinya sibuk menyiapkan kompor dan wajan serta menguliti daging ayam.

Mereka memasak untuk kemudian dibagikan ke para tetangga mereka.

Pemandangan serupa juga tampak di tempat lain, yaitu di Jalan Pengambangan, Kelurahan Pengambangan RT 7 RW 1, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Bubur Asyura Rekor Muri di Kapuas.jpg
Bubur Asyura Rekor Muri di Kapuas.jpg ()

Para perempuannya, tua dan muda tampak sibuk mengaduk-aduk adonan bubur yang sudah hampir matang.

Mereka bekerja secara gotong royong. Setelah matang, bubur itu didoakan bersama dengan dibacakan doa selamat.

"Biasanya baca doanya di musala. Para lelakinya berkumpul, berdoa bersama, setelah itu barulah buburnya dibagikan," kata warga setempat, Syamsiah.

Bubur itu dimakan bersama di rumah masing-masing.

Bagi mereka yang berpuasa Asyura, maka bubur ini akan menjadi hidangan wajib buka puasa mereka.

"Bagi yang tidak berpuasa bisa memakannya langsung, wajib juga memakannya karena sudah didoakan. Pokoknya, kalau bikin Bubur Asyura, orang satu kampung harus dapat jatah semua," katanya. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved