Campak dan Rubella

Rosihan : Masih Ada Potensi Terjadi KLB Campak dan Rubella di Kalsel

Rosihan : Masih Ada Potensi Terjadi KLB Campak dan Rubella di Kalsel. Menurut osihan Adhani, kasusnya positif ya rubella sebatas 37 itu saja.

Rosihan : Masih Ada Potensi Terjadi KLB Campak dan Rubella di Kalsel
banjarmasinpost.co.id/m fadli setia rahman
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat, Dr drg Rosihan Adhani SSOS MS 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menurut Pengamat Kesehatan di Kalsel, Rosihan Adhani, kasusnya positif ya rubella sebatas 37 itu saja.

Lalu di beberapa daerah memang ada dilaporkan tapi masih menunggu hasil konfirmasi laboratorium, misalnya, Balangan, Banjarmasin dan Hulu Sungai Utara.

“Tapi belum tahu hasilnya secara umum. Memang, ada potensi untuk terjadi KLB di beberapa daerah karena memang tingkat capaian imunisasi MR Kalsel baru 28 persen yang seharusnya 95 persen,” kata Rosehan yang juga menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ULM, Selasa (11/9/2018).

Ini karena kasus isu halal-haram salah satu faktor yang mengakibatkan rendahnya capaian imunisasi MR ini. Bahkan di Indonesia baru 30 persen.

Baca: Beredar Surat Kemenag Kalsel Agar Sukseskan Imunisasi MR, MIN di Kalsel Ngotot Menolak

Menurut dia, potensi KLB artinya masih sangat besar oleh karena itu diperlukan kesadaran masyarakat secara menyeluruh bahwa ini adalah situasi yang darurat darurat dan tidak ada pilihan karena belum ada pilihan lain selain ini. Jadi ini harus diambil.

Rosehan mengatakan, di Kalsel ada satu juta seratus dua puluh anak yang harus diimunisasi.

“Jadi, langkah pertama ini harus dilakukan adalah komitmen bersama atau koordinasi antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi dengan majelis ulama dan dinas kesehatan termasuk juga Kanwil Kemenag Kalsel dan dinas pendidikan,” jelas dia.

Selain itu, harus ada aksi bersama karena kalau tidak ada, dukungan itu sulit. Karena sekolah agama banyak yang menolak, sementara mereka tidak bisa dimasuki oleh orang kesehatan.

Dalam hal ini program harusnya bersifat wajib apalagi ini menyangkut masyarakat lain.

Baca: Syarat Wajib untuk Jabatan Khusus Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran Hanya di sscn.bkn.go.id

“Kalau ini dibiarkan penderita nanti pulang ke rumah, di rumah ada ibu hamil dan sebagainya ibu tertular, dan akan mengakibatkan kecacatan pada bayi,” tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help