Kriminalitas Tabalong

Mantan Kades Muarauya Akhirnya Ditahan, Diduga Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong kembali melakukan proses hukum terhadap dugaan kasus korupsi penggunaan dana desa.

Mantan Kades Muarauya Akhirnya Ditahan, Diduga Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa
banjarmasin post group/ dony usman
Tersangka K (pakai peci putih) didampingi penasihat hukumnya (baju putih) saat berada di ruang Pidsus Kejari Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong kembali melakukan proses hukum terhadap dugaan kasus korupsi penggunaan dana desa.

Kali ini mantan Kades Muarauya, Kecamatan Muarauya, K (65), yang dijadikan tersangka dan telah dilakukan penahanan, Kamis (13/9/2018).

Pantauan banjarmasinpost.co.id, penahanan terhadap tersangka K ini dilakukan setelah yang bersangkutan menjalani beberapa jam menjalani pemeriksaan.

Saat menjalani pemeriksaan di bagian pidana khusus (pidsus), tersangka yang mengenakan peci putih ini, juga nampak didampingi penasihat hukumnya, M Irana Yudiartika.

Baca: Nissa Sabyan Buat Youtuber Korsel Menangis Haru, Bahkan Ucapkan Assalamualaikum

Baca: Syarat Wajib untuk Jabatan Khusus Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran Hanya di sscn.bkn.go.id

Kasipidsus Kejari Tabalong, M Ali Rizza, saat dikonfirmasi, membenarkan pihaknya melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi dana desa di Desa Muarauya untuk tahun 2016.

"Tersangkanya saudara K yang merupakan mantan kepala desa," katanya.

Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan untuk kali kedua selesai, dengan pertimbangan karena dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.

Disampaikan Rizza, untuk kerugian negara akibat dugaan korupsi yang dilakukan tersangka sekitar Rp. 627 juta dari total anggaran dana desa yang didapat di tahun 2016 itu sekitar Rp 1, 5 miliar.

Baca: Syarat Ini Harus Dipenuhi Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran CPNS Hanya di sscn.bkn.go.id

Baca: Yenny Wahid Dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019? Ini Kata Alissa Wahid

Dimana dalam melakukan aksinya, tersangka menggunakan cara dengan tidak melaksanakan kegiatan yang dananya sudah dicairkan, juga ada yang merupakan kegiatan fiktif dan juga diduga ada yang dimark up.

"Jadi ada kegiatan fisik serta pengadaan barang dan jasa," katanya.

Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved