Pileg 2019

Diam-diam Curi Start, Caleg Kampanye ke Siswa SMA Dikemas dalam Kegiatan ini

Para wakil rakyat di Banua terutama yang kembali mencalonkan diri disinyalir bakal memanfaatkan masa reses untuk menarik simpati

Diam-diam Curi Start, Caleg Kampanye ke Siswa SMA Dikemas dalam Kegiatan ini
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Para wakil rakyat di Banua terutama yang kembali mencalonkan diri disinyalir bakal memanfaatkan masa reses untuk menarik simpati masyarakat (konstituen) di masing-masing daerah pemilihan mereka.

Dipastikan, para wakil rakyat bakal memanfaatkan masa reses untuk berkampanye.

Badan Pengawas Pemilu Kalsel pun memperingatkan para calon wakil rakyat untuk tidak memanfaatkan masa reses untuk berkampanye, karena saat ini belum masuk tahapan masa kampanye.

Baca: Niat Puasa Sunah Tasua 9 Muharram dan Asyura 10 Muharram Dalam Bahasa Arab Beserta Artinya

“Masa kampanye baru dimulai pada 23 September 2018,” jelas Iwan Setiawan, Kepala Bawaslu Kalsel, Kamis (13/9).

Faktanya, ada bacaleg Kota Banjarmasin diam-diam sudah mencuri start berkampanye.

Seperti pada 3 September lalu, seorang bacaleg DPRD Kota Banjarmasin membungkus kampanye terselubung melalui jejak pendapat bersama siswa SMA di Banjarmasin.

Baca: Syahrini Pakai Desainer yang Pernah Merancang Ktty Perry dan Madonna, Headpiecenya Terbesar!

Anggota DPRD yang kembali mencalonkan diri lagi itu sengaja menggelar kegiatan itu untuk mempromosikan diri sebagai calon anggota legislatif pada 2019-2014.

Pengenalan diri dilakukan oleh Mathari, anggota DPRD Banjarmasin.

Perkenalan meliputi nama, partai, dan daerah pemilihan.

Perkenalan dilakukan kepada pemilih pemula yang masih duduk di bangku SMA.

Baca: 4 Langkah Log In di Situs Resmi Pendaftaran CPNS 2018 Sscn.bkn.go.id, Jangan Salah Masukkan NIK

Tak kurang dari 100 siswa SMA hadir dalam kegiatan tersebut.

Padahal, Bawaslu sudah melayangkan surat tertulis mengenai larangan berkampanye saat masa reses dewan.

Lantas bagaimana sikap Bawaslu Banjarmasin? Yaser, Ketua Bawaslu Banjarmasin, mengaku pihaknya hanya mengimbau bukan melarang secara tegas.

Dia beralasan adanya dugaan penyalahgunaan perlu bukti.

“Jika terbukti baru akan kami tindak sesuai ketentuan berlaku,” ucapnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved