Berita Kotabaru

PDAM Kotabaru Jamin Tak Ada Antrean Tong di Pinggir Jalan, Air Baku untuk 2 Bulan

Meski demikian bakal terjadi penggiliran secara luas, tidak kecuali pelanggan sebagian di wilayah jalan Veteran

PDAM Kotabaru Jamin Tak Ada Antrean Tong di Pinggir Jalan, Air Baku untuk 2 Bulan
helriansyah
Stok air baku embung Gunung Tirawan masih normal, cukup untuk kebutuhan air bersih masyarakat selama dua bulan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah menyatakan krisis air bersih dialami pelanggan mulai terasa. Itu menyusul dengan mulai diberlakukan penggiliran distribusi ke pelanggan yang bakal meluas.

Meski demikian bakal terjadi penggiliran secara luas, tidak kecuali pelanggan sebagian di wilayah jalan Veteran dan Demang Leman yang lebih awal digiir karena melemahnya tekanan air di instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Rely.

Layanan air bersih tidak mencapai dua wilayah yang jumlah pelanggannya lebih kurang 400 rumah, karena dua wilayah tersebut merupakan bagian elevasi (wilayah tinggi). Sementara pendistribusian masih menggunakan cara manual (gravitasi).

Ipansyah menjamin Kotabaru tidak mengalami krisis air bersih seperti di tahun 2015 silam. Tong-tong air milik warga berjejer di pinggir jalan dan terjadi secara masif, karena kesulitan air bersih.

Baca: Hasil Japan Open 2018 Marcus/Kevin Pastikan Tiket Semifinal Usai Taklukkan Jelle Maas/Robin Tabeling

Baca: Ada Bayi Bermata Satu di Mandailing Natal, Kejadian ke-7 di Dunia & Ini Fakta-faktanya

Baca: Link Live Streaming Japan Open 2018 Via UseeTV Jumat (14/9) Babak Perempatfinal, Ginting vs Axelsen

Baca: Link Live Streaming Japan Open 2018 : Perempat Final Mulai Pukul 08.00 Wib, Marcus/Kevin vs Belanda

Ipansyah memastikan pemandangan itu tidak terulang pada tahun ini, karena stok air baku di dua embung masih mampu bertahan hingga dua bulan ke depan.

"Untuk dua bulan ke depan tidak akan terjadi seperti tahun 2015. Dua bulan ke depan masih bisa, tapi distribusi bergiliran," kata Ipansyah kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (14/9/2018).

Kondisi stok air baku di embung Gunung Tirawan, tambah Ipansyah, saat ini masih pada batas normal. Kecuali embung Gunung Ulin mengalami penurunan 20 sentimeter dari batas normal yakni 600 sentimeter.

Hanya sebagian wilayah elevasi (wilayah tinggi) mulai terganggu distribusi air bersih. Diketahui karena sudah sejak lama pendistribusian air bersih dengan sistem gravitasi.

Masih menurut Ipansyah. Untuk pelanggan di wilayah Hilir Muara dan sekitarnya, masih aman pendistribusian. Terbantu setelah terbangun dan beroperasinya embung Gunung Tirawan.

Sementara penelusuran banjarmasinpost.co.id di titik lokasi pelanggan terganggunya distribusi air bersih, antara lain di kawasan jalan Demang Leman dan Veteran.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help