Berita Banjar

Penderita ISPA di Kabupaten Banjar Sampai Saat Ini Capai 25.513 Orang

Tercatat di Dinas Kesehatan Banjar kasus ISPA sepanjang 2018 sebanyak 25.513 kasus.

Penderita ISPA di Kabupaten Banjar Sampai Saat Ini Capai 25.513 Orang
banjarmasin post group/ nia kurniawan
ilustrasi/Kabut asap Kamis pagi di sekolah SMP 15 Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tercatat di Dinas Kesehatan Banjar kasus ISPA sepanjang 2018 sebanyak 25.513 kasus.

Kasus tertinggi ada di Puskesmas Sungaitabuk 1 yakni 3.321 kasus dan terendah di Paramasan.

Diungkapkan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Rusidah mengatakan, berdasarkan data yakni ISPA terjadi cukup tinggi pada bulan Mei 2018 sebanyak 3.755 kasus.

“Kalau melihat trend, memang dibanding tahun lalu menurun. Membanding per bulan sampai Agustus ini trendnya juga turun, sejak Juli lalu,” katanya, Jumat (14/9).

Baca: Ada 44 Koruptor Berstatus PNS di Provinsi Kalsel, BKN Buka-bukaan Data Detilnya

Dia juga mengatakan, menjadi titik pantau data ISPA adalah Puskesmas Gambut, kasus ISPA yakni 2.146 kasus dan di KertakHanyar hanya 240 kasus. Pantauan data sampai Agustus 2018 ini.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tetap meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya melakukan upaya-upaya untuk terus menekan angka ISPA di Kabupaten Banjar utamanya di Sungaitabuk dan Gambut.

“Sudah membagikan masker dan selalu mengimbau bagi yang beraktifitas di luar rumah, selalu menggunakan masker yang telah dibasahi air,” katanya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, apabila terjadi gangguan kesehatan akibat kabut asap segera datang ke pelayanan kesehatan.

Baca: Delapan Rumah Warga HST Hangus, Api Kembali Berkobar di Banua Batung

Sementara waktu kurangi beraktivitas di luar rumah apabila kabut asap sangat pekat, dan selalu gunakan kipas angin atau AC d iruangan untuk mengurangi kepekatan asap.

“Kami juga selalu memastikan ketersediaan logistik seperti obat-obatan dan masker. Terutama untuk daerah-daerah terdampak seperti Gambut dan Kertakhanyar,” tambahnya.

Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura, Tofik Norman Hidayat mengatakan, pasien rawat jalan di RSUD Ratu Zalecha ada 369 kasus, data dari Januari sampai dengan Agustus 2018.

Baca: Setnov Siap Bantu Ungkap Kasus Bank Century di Era Presiden SBY, Punya Data dan Fakta Kuat

“Upaya-upaya pencegahan selalu kami lakukan, dengan mengedukasi masyarakat,” imbuhnya.

Warga Sungaitabuk, Imur mengatakan, setiap tahun daerah sekitar tempat tinggalnya diselimuti kabut asap saat musim kemarau seperti sekarang ini. Terlebih banyak lahan-lahan kosong atau ilalang yang terbakar.

“Setiap tahun kalau musim kemarau pasti kabut asap, seakan tidak ada upaya yang konsisten dari pemerintah untuk menanggulangi bencana tersebut,” keluhnya. (banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help