Berita Nasional

Respons Partai Demokrat Soal Artikel Asia Sentinel yang Menyebut Presiden SBY

Artikel Asia Sentinel yang menyatakan Presiden Indonesia Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pencucian uang sebesar 12 miliar dolar AS

Respons Partai Demokrat Soal Artikel Asia Sentinel yang Menyebut Presiden SBY
tribunnews.com
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan kata sambutan pada acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 dengan mengusung tema Demokrat Siap di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018). Meskipun SBY menyatakan Demokrat belum menentukan capres dan cawapres yang akan diusung pada Pemilu 2019, dalam pidatonya, ia berulang kali menampilkan sinyal dukungan terhadap Jokowi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Artikel Asia Sentinel yang menyatakan Presiden Indonesia Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pencucian uang sebesar 12 miliar dolar AS atau setara Rp 177 triliun dalam bail-out Bank Century memantik reaksi Partai Demokrat.

Artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen tersebut disebut Partai Demokrat sepenuhnya tidak benar dan fitnah yang dibangun dari opini pribadi penulisnya.

Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan menegaskan bahwa DPP Partai Demokrat akan menggugat Asia Sentinel.

"Sumber beritanya diambil dari materi gugatan persidangan di Mauritius antara Weston Capital vs LPS yang sama sekali tidak menyebut SBY dan Partai Demokrat," kata Hinca dalam keterangannya, Jumat (14/9/2018).

Baca: Presiden Jokowi Mengaku Pusing Jika Para Perempuan Ini Ngambek, Karakternya Pun Diungkap

Menurut Hinca, jika isi gugatan Weston Capital itu benar dan niatnya bukan untuk mencemarkan nama baik SBY, maka pihaknya persilahkan gugatan ini diajukan di Indonesia.

"Dan kami siap menghadapinya. Karena kami yakin sepenuhnya tuduhan itu tidak benar dengan menuduh "Century Bank SBY" dan "SBY mencuci uang US$ 12 Billion"," ujar Hinca.

Hinca mengatakan John Berthelsen sudah pernah menulis soal isi gugatan antara Weston dengan LPS ini pada November 2017 dan di dalamnya sama sekali tidak menyebut nama SBY dan Partai Demokrat.

Baca: Begini Alur Pendaftaran CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id, Mulai Syarat Hingga Tips dari BKN

"Terkait Bank Century ini sendiri, secara terang benderang telah kita ketahui bersama," kata Hinca.

Hasilnya, lanjut dia, hasil Audit BPK telah ada, hasil Pansus di DPR juga ada dan bahkan KPK juga telah melakukan penyidikan.

"Dan dalam keseluruhan dokumen-dokumen yang dihasilkan disetiap proses berbagai lembaga tersebut sama sekali tidak ditemukan ada satupun fakta adanya aliran dana ke Partai Demokrat serta SBY mencuci uang sebesar US$ 12 Billion sebagaimana yang ditulis John Berthelsen dalam laporannya 11 September 2018 lalu," kata Hinca.

Karena berita ini penuh kebohongan dan fitnah maka DPP Partai Demokrat, menurut Hinca, akan mengajukan gugatan terhadap Asia Sentinel dan penulisnya John Berthelsen.

Baca: Diancam Foto Setengah Bugilnya Disebar di Sosmed, Wanita Ini Lapor Polisi

"Dan bagi pihak-pihak di Indonesia yang juga ikut "menggoreng" dan menyebarluaskan berita yang tidak benar dan penuh fitnah ini akan kami ambil tindakan hukum yang sama," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Partai Demokrat Akan Gugat Asia Sentinel dan John Berthelsen

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help