Berita Balangan

Dinkes Tetapkan Desa Ajung Kabupaten Balangan KLB Rubella

Kasus Rubella yang terjadi di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ditetapkan Dinas Kesehatan setempat

Dinkes Tetapkan Desa Ajung Kabupaten Balangan KLB Rubella
istimewa
Tim Gerak Cepat Surveilans Kabupaten Balangan saat melakukan penanganan suntik imunisasi serrta pelacakan di sekolah di ajung tebing tinggi

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kasus Rubella yang terjadi di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ditetapkan Dinas Kesehatan setempat sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Keputusan tersebut telah tertuang dalam surat nomor 443/259/P2P/Dinkes-Blg/2018.

Saat dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Minggu (16/9/2018) Kadinkes Balangan Akhmad Nasa'i membenarkan bahwa Desa Ajung ditetapkan KLB untuk kasus Rubella.

"Iya benar untuk Rubella bukan campak," ujarnya.

Baca: Pendaftaran Seleksi CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id Sebentar Lagi, Gangguan Jaringan? Jangan Panik

Lebih lanjut disampaikannya, sebelum penetapan KLB tersebut terlebih dulu dilakukan investigasi pada awal Agustus 2018.

"Pasalnya akhir Juli 2018 itu sudah ada informasi ada warga yang terdeteksi," ungkapnya.

Saat melakukan investigas ada 7 sampel yang diambil dan dikirimkan ke provinsi, kemudian awal September 2018 hasil keluar dimana 5 yang positif dan 2 negatif.

Baca: Tutorial (Cara) Login & Upload Dokumen Persyaratan di Link Pendaftaran CPNS 2018 sscn.bkn.go.id

Menurutnya, melihat hasil tersebut syarat penetapan KLB adalah 2 yang positif, mengelompok dalam satu wilayah.

"Nah untuk di Ajung ini memenuhi syarat tersebut, kemudian 8 September 2018 ada lagi menerima laporan 3 kasus, dan 12 September 2018 baru ditetapkan untuk Desa Ajung ditetapkan status KLB untuk rubella," jelasnya.

Lebih lanjut sebelumnya saat mengetahui hasil sampel pihak Dinkes sudah berkordinasi dengan pihak desa, namun untuk status KLB belum ada dikordinasikan.

Baca: Konser Syahrini Bakal Tampilkan 3 Hater Paling Julid, Bakal Duet Satu Panggung

Dikatakannya, usai status tersebut ditetapkan seluruh warga dilakukan imunisasi, terutama anak SMP dan SD, pasalnya kasus yang ada ini berawal dari siswa di SD dan SMP di Ajung.

"Kami menduga kasus ini bawaan dari luar, hasil investigasi cukup banyak warga luar daerah yang datang ke Tebing Tinggi setiap Sabtu dan Minggu terutama yang berwisata ke Gunung Hauk," ujarnya.

Meski demikian vaksinasi ke sekolah dan posyando di intensifkan, dan saat ini Desa Ajung masih dalam pemantauan selama 1 bulan, jika tidak ada kejadian lagi maka tinggal menunggu dicabut status KLB.

"Kami mengharapkan kepada warga agar segera melaporkan jika ada gejala rubella agar segera bisa ditangani," harapnya.

(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved