Berita Kalteng

Helikopter Pembom Air Hilir Mudik Padamkan Kebakaran Lahan di Palangkaraya

Udara Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (16/9/2018), masih terasa berbau asap, ini karena asap menyelimuti kota cantik

Helikopter Pembom Air Hilir Mudik Padamkan Kebakaran Lahan di Palangkaraya
tribunkalteng.co/fathurahman
Helikopter Pembom Air, melakukan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Palangkaraya, Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Udara Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (16/9/2018), masih terasa berbau asap, ini karena asap menyelimuti kota cantik tersebut dampak kebakaran hutan dan lahan.

Dua pekan Kota Palangkaraya tidak diguyur hujan, sehingga kondisi lahan gambut terutama yang ada di pinggiran kota tampak mengering dan sangat mudah terbakar, akibat matahari yang begitu terik serta ulah warga yang sembarangan dalam membuang puntung rokok, juga sengaja melakukan pembakaran lahan.

Meski kabut asap masih menyelimuti Kota Cabtik Palangkaraya, belum mengganggu jadwal penerbangan di Palangkaraya, karena jarak pandang masih cukup jauh dan pesawat bisa tetap berangkat dalam jarak hingga 2.000 meter.

Baca: Sscn.bkn.go.id - BKN Umumkan Buku Panduan Khusus Seleksi CPNS 2018, Klik di Sini

Sementara itu, sebagian warga Palangkaraya tampak tetap melakukan olahraga pagi, mereka masih tampak banyak di kawasan Bundaran Besar Palangkaraya, walaupun udara bercampur asap tipis menyelimuti kota.

Pantauan sejak Sabtu (15/9/2018) kondisi kebakaran lahan masih terjadi dipinggiran kota Palangkaraya, bahkan dari udara tampak Helikopter pembom air melakukan penyiraman atau shorti hingga beberapa kali bolak-balik di atas langit Palangkaraya.

Baca: Tiket Konser Syahrini Diborong Kerajaan Malaysia, Khusus Tiket 25 Juta Rahasia

Kepala BPBD Kalteng, Darliansjah, mengatakan, pihaknya melalui BNPB memang menyiapkan pesawat helikopter untuk pemadaman dari udara jika upaya pemadaman dari daratan tidak mampu masuk atau menjangkau ke dalam hutan atau semak yang lokasinya jauh dari jalan raya.

"Kami tetap stanby saja, apalagi Bulan September ini berdasarkan prakiraan BMKG masuk dalam puncaknya musim kemarau sehingga memang harus dalam keadaan siaga bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

www.banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved