Berita Kotabaru

Pemancangan Siringlaut Kotabaru Bergantung Pasang Surut Air, Khairian : Kontraktor Harus Lembur

Kekhawatiran sepertinya menggelayuti pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotabaru.

Pemancangan Siringlaut Kotabaru Bergantung Pasang Surut Air, Khairian : Kontraktor Harus Lembur
banjarmasin post group/ helriansyah
Pekerja proyek perluasan Siringlaut saat melakukan kegiatan pabrikasi hingga pemancangan tiang beton. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kekhawatiran sepertinya menggelayuti pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotabaru. Menyusul tidak optimalnya kegiatan proyek perluasan di area destinasi witasa Siringlaut.

Dikemukakan Kepala Disbudpar Kotabaru Khairian Anshari, tidak bisa optimalnya pekerjaan pemancangan tian beton karena bergantung pada kondisi pasang surut air laut.

Pasalnya, saat air laut surut tongkang tidak bisa bergerak membantu memaksimalkan alat pancang saat proses pekerjaan pemasangan tiang untuk lantai beton tersebut.

"Kendalanya itu. Pasang surut air laut. Ketika air surut tongkang tidak bisa bergerak. Jadi menunggu pasang baru bisa gerak," kata Khairian kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (16/9/2018).

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) MNC TV Final Japan Open 2018, Markus/Kevin Menangi 7 Laga Terakhir

Mengejar keterlambatan waktu kegiatan akibat kendala tersebut, kontraktor harus melemburkan karyawan hingga malam. Sambil melihat kondisi air laut untuk kegiatan pemancangan.

"Efektifnya kegiatan hanya di pagi hari sampai pukul 13.00 Wita. Kemudian malam saat air laut pasang," ujarnya.

Selain percepatan pemasangan tiang pancang, kontraktor juga melemburkan karyawan untuk pekerjaan pabrikasi (pembesian) material yang sudah tersedia di lokasi proyek.

Sekadar diketahui proyek akan menyerap anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kotabaru sebesar lebih kurang Rp 20 miliar.

Pekerjaan selain pembangunan pelat (lantai) beton, namun di area yang sama juga dikerjakan pembangunan dermaga wisaya. Selain pembangunan ikan todak kembar sebagai ikonnya Kabupaten Kotabaru.

Baca: Jika Hasil Ijtima Ulama II Dukung Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019, Eggi : Terjadi Perpecahan

Pihak disbudpar Kotabaru optimistis pembangunan selesai sesuai waktu ditargetkan, karena waktu efektif kegiatan sampai pertengahan Desember.

Kendati beberapa kalangan sempat menanggapi pesimitis, karena proyek tepat berada area publik itu hanya baru-baru ini dikerjakan. Sementara waktu batas pelaksanaan proyek terus berjalan.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help