Bumi Murakata

Pemkab HST Lakukan Penguatan Pemdes dengan Strategi Sapa si Gadis‎

Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) H Ainur Rafiq dalam rapat Koordinasi dengan jajaran

Pemkab HST Lakukan  Penguatan Pemdes dengan Strategi Sapa si Gadis‎
istimewa/Humas Pemakab HST ‎
Kegiatan Rapat koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, apara desa dan para camat beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) H Ainur Rafiq dalam rapat Koordinasi dengan jajaran Dinas Pembardayaan Masyarkat dan Desa serta seluruh Camat se HST menyatakan gagasan perlunya inovasi baru dalam upaya akselerasi penguatan pemerintahan desa (pemdes).

“Meskipun selama ini pemerintah pusat sampai daerah terus berupaya keras untuk meningkatkan penyelenggaraan pemdes melalui pembinaan, termasuk dengan mengucurkan miliaran dana bantuan pembangunan per desa, namun ternyata tingkat perkembangan desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ternyata masih lamban, belum sebagaimana hasil yang diharapkan oleh kepala daerah,” diakuinya.

Menurut Rafiq kelambanan tingkat perkembangan desa ini terlihat dari data Indeks Desa Membangun (IDM) yang dirilis Kemenerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2017.

Kantor Pemkab HST
Kantor Pemkab HST (istimewa/Humas Pemakab HST ?)

Dari 161 di HST baru ada 3 (tiga) desa berkatagori maju, sementara yang lainnya 106 desa berkembang, 44 desa tertinggal dan 7 desa sangat tertinggal.

“Lambannya perkembangan desa ini dapat mengakibatkan stagnannya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa” katanya.

Rafiq menyatakan pula bahwa kelambanan perkembangan desa di HST ini setidaknya disebabkan oleh 3 (tiga) permasalahan.

Pertama, lemahnya koordinasi antar steakholder pembina desa tingkat kabupaten.

Kedua, belum optimalnya peran Dinas PMD dan Kecamatan dalam pembinaan penyelenggaraan pemdes, karena keterbatasan SDM hyang dimiliki.

Ketiga, belum optimalnya penyelenggaraan pemdes, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik.

Guna mengatasi permasalahan tersebut di atas Rafiq menawarkan inovasi kebijakan strategis yang melibatkan segenap steakholder dan peran masyarakat secara partisipatif.

“Yaitu melalui proyek perubahan akselerasi penguatan pemdes di HST dengan strategi Satu padu Sinergikan Gerakan Desa kami Tersenyum atau yang disingkat dengan Sapa Si Gadis” ujar pejabat teras di jajaran Pemkab HST yang sedang mengikuti Diklatpim Tingkat II Angaktan XIV Tahun 2018 BPSDMD Provinsi Kalsel ini.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved