Usai Lalu Muhammad Zohri, Dedeh Erawati Raih Emas di Kejuaraan Dunia Master 2018 di Spanyol

Usai Lalu Muhammad Zohri, Dedeh Erawati Raih Emas di Kejuaraan Dunia Master 2018

Usai Lalu Muhammad Zohri, Dedeh Erawati Raih Emas di Kejuaraan Dunia Master 2018 di Spanyol
Persiana Galih/BOLA
Pelari gawang putri Indonesia, Dedeh Erawati, merayakan keberhasilannya mendapat emas di nomor lari gawang 100 meter Kejuaraan Dunia Masters 2018, Malaga, Spanyol, Sabtu (15/9). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Usai Lalu Muhammad Zohri, spinter putri Indonesia Dedeh Erawati gaungkan lagu Indonesia Raya di Malaga, Spanyol.

Dedeh Erawati, kembali mengharumkan nama Merah Putih setelah berhasil menyabet medali emas nomor 100 meter lari gawang (Kategori usia 35-39 tahun) di Kejuaraan Dunia Masters Atletik 2018 Malaga, Spanyol, Sabtu (15/9/2018). 

Perlombaan lari gawang 100 meter yang digelar di Stadion Carranque itu,  dilalui Dedeh Erawati dengan persaingan sengit. 

Ada dua lawan berat yang mesti Dedeh taklukan untuk mendapat sekeping medali emas. Mereka adalah pelari gawang Belgia, Laurence Guillet, dan pelari gawang tuan rumah, Emma Valencia Garcia.

Baca: Hasil Final Japan Open 2018 Kento Momota Kampiun Tunggal Putra Taklukkah Khosit Phetpradab

Baca: Jadwal & Prediksi Susunan Pemain Sriwijaya FC vs Persebaya Live Indosiar Subangkit Akui Tak Mudah

Pelari gawang putri Indonesia, Dedeh Erawati, merayakan keberhasilannya mendapat emas di nomor lari gawang 100 meter Kejuaraan Dunia Masters 2018, Malaga, Spanyol, Sabtu (15/9).
Pelari gawang putri Indonesia, Dedeh Erawati, merayakan keberhasilannya mendapat emas di nomor lari gawang 100 meter Kejuaraan Dunia Masters 2018, Malaga, Spanyol, Sabtu (15/9). (Persiana Galih/BOLA)

Guillet merupakan peraih medali perak di Kejuaraan Dunia Masters Atletik 2016 di Perth, Australia. Selama dua tahun terakhir, ia diketahui mengalami peningkatan pesat setelah berlatih secara intens.

Sementara Garcia merupakan juara Eropa. Ia pantas diwaspadai karena memiliki semangat berlebih sebagai peserta tuan rumah.

"Tidak semua sprinter bisa lari gawang, karena mesti memahami teknik yang lebih jelimet. Dan semua pesaing saya di sana adalah atlet-atlet yang memahami lari gawang," kata Dedeh, kepada Bolasport.com di Malaga, Spanyol, Sabtu (15/9/2018).
 

Dari delapan pelari gawang yang tampil, Dedeh adalah satu-satunya pelari non-Eropa. Sementara lima pelari lainnya berasal dari negara-negara Eropa seperti Perancis, Irlandia, Inggris, Belanda, dan seorang pelari gawang Spanyol selain Garcia.

Namun, betapa penonton di Stadion Carranque tercengang sejak detik-detik awal perlombaan. Setelah pistol ditembakkan ke udara, Dedeh langsung melesat dan memimpin perlombaan.

"Alhamdulillah, menurut pelatih, saya lepas dari starting block dengan teknik yang baik sehingga dapat memimpin perlombaan," tutur Dedeh.

Halaman
12
Editor: Restudia
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help