Ekonomi dan Bisnis

Begini Cara OJK Meningkatkan Literasi Keuangan di Kalsel

Dibandingkan provinsi Kalimantan lainnya, Kalsel juga memiliki angka literasi keuangan yang paling rendah.

Begini Cara OJK Meningkatkan Literasi Keuangan di Kalsel
Achmad Maudhody
Suasana saat Deputi Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK, Rela Ginting, menyampaikan materinya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Literasi keuangan dan inklusi keuangan di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih di bawah rata-rata Nasional.

Dibandingkan provinsi Kalimantan lainnya, Kalsel juga memiliki angka literasi keuangan yang paling rendah.

Angka literasi keuangan kalsel sebanyak 23,3 persen dibanding Kalbar yang memiliki literasi tertinggi di wilayah Kalimantan yakni 30,5 persen. Sedangkan target literasi secara nasional sebesar 35 persen.

Sedangkan angka inklusi keuangan, Kalsel menyentuh angka 59,3 persen, dibanding Kaltim yang ingklusi keuangannya tertinggi di wilayah Kalimantan yaitu 74,9 persen. Sedangkan target inklusi secara nasional sebesar 75 persen.

Baca: TINGGAL 2 HARI Link Sscn.bkn.go.id - BKN Buka Rahasia Soal Daftar di Situs Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Sscn.bkn.go.id - BKN Ingatkan Cara Mengunggah Persyaratan di Situs Pendaftaran Seleksi CPNS 2018

Baca: IHSG Diprediksi Masih Sulit Melaju ke Zona Hijau, Berbagai Fakta Muncul

Baca: Poliansyah Peraih 2 Medali di Asian Games 2018 di Sambut Kapolda Kalteng, Lalu Bonusnya?

Dijelaskan Deputi Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK, Rela Ginting, upaya meningkatkan literasi di Kalsel melalui edukasi secara masif dan cepat agar dijangkau masyarakat.

"Pertama kami memprioritaskan yang punya dampak efek multiplier, misalkan ke pesantren-pesantren atau ke sekolah-sekolah akan diperbanyak," kata dia.

Ia melanjutkan juga akan melakukan pendekatan secara geografis, sehingga melihat lokasi mana yang banyak praktik keuangannya tidak benar atau tidak berizin.

"Kami juga mengoptimalkan sarana media sosial yang ada, karena selalau bisa diakses internet akan bisa dijangkau," ungkapnya.

Sedangkan menurut Direktur Pengawasan LJK OJK Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi, pada 2019 nanti pihaknya akan melakukan pemetaan.

"Kami akan melakukan pemetaan dulu, karena jangkauan Kalsel ke daerah-daerah cukup jauh sehingga akan memilih sasaran yang tepat," kata Subandi.

Ia menambahkan selain juga akan ke sekolah-sekolah nantinya juga akan melibatkan mahasiswa yang Kuliah Kerja Nyata (KKN).

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help