Ekonomi dan Bisnis

IHSG Diprediksi Masih Sulit Melaju ke Zona Hijau, Berbagai Fakta Muncul

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat (14/9/2018), IHSG berada di level 5.931.

IHSG Diprediksi Masih Sulit Melaju ke Zona Hijau, Berbagai Fakta Muncul
Achmad Maudhody
Ilustrasi investor saham di Banjarmasin perhatikan pergerakan IHSG 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Walau sempat menguat pada dua hari perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan sulit melaju di atas level 6.000 pada perdagangan hari ini, Senin (17/9/2018).

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat (14/9/2018), IHSG berada di level 5.931.

Dijelaskan Associate Equity Sales & Trading RHB Sekuritas Banjarmasin, Laurentinna Giovany Gunawan, dari persepektif teknikal, support level IHSG hari ini berada pada titik 5.891, 5851 dan 5831.

Sedangkan resistance level berada di titik 5.951, 5.971 dan 6.012 dengan perkiraan major trend melemah dan minor trend menguat.

Baca: TINGGAL 2 HARI Link Sscn.bkn.go.id - BKN Buka Rahasia Soal Daftar di Situs Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Sscn.bkn.go.id - BKN Ingatkan Cara Mengunggah Persyaratan di Situs Pendaftaran Seleksi CPNS 2018

Baca: Reino Barack Sebut Beda Panggung dengan Luna Maya, Sudah Putus Beberapa Bulan

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion di RCTI Match Day 1- 4 Laga, Real Madrid vs AS Roma Panas

Menurutnya sentimen dari dalam negeri termasuk faktor depresiasi Rupiah yang memengaruhi investasi dan konsumsi serta aktivitas ekspor impor membuat pemerintah sedikit pesimistis terhadap pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2019.

"Hal ini disampaikan juga dalam pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 5,3 persen pada RAPBN 2019 dapat meleset hingga ke level 5,15 persen," kata Vanny.

Sedangkan sentimen eksternal termasuk faktor Presiden AS, Donald Trump yang kembali siap menekan ekonomi Cina dengan hukuman baru yang berat apabila Beijing tidak menawarkan konsesi.

Hal ini tunjukkan Trump meragukan akan adanya solusi perang dagang dalam pembicaraannya dengan pejabat Cina nanti.

Padahal, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin telah menawarkan undangan resmi kepada pemimpin Cina untuk memulai kembali pembicaraan mengenai perdagangan. Tujuannya, untuk mengurangi konflik perdagangan antara kedua negara.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved