Berita Banjarbaru

Penderita ISPA Meningkat, Dinkes Banjarbaru Siapkan Masker di Puskesmas

Pemberian masker ke warga yang lingkungannya mengalami bencana kabut asap terangnya takkan efektif.

Penderita ISPA Meningkat, Dinkes Banjarbaru Siapkan Masker di Puskesmas
istimewa/ polres banjarbaru
Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya pasangkan masker kepada pengendara di Lianganggang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Semakin buruknya kualitas udara di Kota Banjarbaru takkan membuat Dinkes Kota Banjarbaru menggelontorkan pembagian masker ke warga. Hal itu diungkapkan Kadinkes Kota Banjarbaru Agus Widjaja.

Pemberian masker ke warga yang lingkungannya mengalami bencana kabut asap terangnya takkan efektif. Pasalnya tidak mungkin warga mau memakai masker sepanjang hari hingga malam.

"Pembagian masker tidak akan kami lakukan karena bencana asap ini kan musiman, dan ini bencana tidak bisa dihindari dan warga juga pasti tidak akan mau pakai masker terus menerus," terangnya, Senin (17/09/2018).

Baca: TINGGAL 2 HARI Link Sscn.bkn.go.id - BKN Buka Rahasia Soal Daftar di Situs Pendaftaran CPNS 2018

Namun Dinkes terangnya juga menyediakan masker bagi masyarakat atau warga yang membutuhkan.

"Kalau mau masker bisa datang ke puskesmas atau ke dinkes kita siap berikan masker, tapi hanya untuk yang menginginkan, kalau Dinkes yang bagi tidak akan, semua disediakan gratis," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Nia Ramadhani Sholat di Depan Kamar Mandi, Videonya Buat Netizen Kagum

Justru yang harus dilakukan menurutnya adalah mengurangi pembakaran sampah. Kabut asap yang terjadi di Banjarbaru jelasnya tak semua karena kebakaran lahan. Namun juga ada akibat pembakaran sampah khususnya di Jalan A Yani di dekat TPS.

Saat ini jika ada keluhan asap di sekitar sekolah jelasnya maka pihak sekolah bisa mengambil kebijakan memperlambat masuk sekolah.

Baca: Banjarbaru Darurat Kabut Asap, Sampai-sampai Rumah Warga Bau Asap & Lion Gagal Mendarat

"Kalau asapnya pekat sampai pukul 8 ya masukan sekolahnya diatas jam 8 saja, kalau sampai siang ya masuknya siang atau sore," ujarnya.

Selama adanya kabut asap masyarakat imbaunya agar memilih berdiam diri di rumah. Hanya keluar rumah saat ada kegiatan penting.

Khususnya pada balita dan anak-anak sebutnya harus lebih banyak berdiam diri di rumah sehingga tak terpapar lebih banyak asap.

Baca: Warga Mulai Diserang Batuk, Kabut Asap Bikin Penderita Ispa Meningkat di Kota Palangkaraya

"Karena kita lebih fokus ke balita dan anak-anak, karena yang paling rentan mengalami ispa adalah anak-anak," terangnya.

Berdasarkan data dinkes Kota Banjarbaru gangguan pernafasan atau ISPA di Banjarbaru tiga bulan terakhir yaitu April diketahui ada 2844 kasus, sementara Mei 2171 kasus dan Juni 1386 kasus, Juli 3805 kasus, dan Agustus sebanyak 3979 kasus.

Berbeda dengan gangguan pernafasan pada anak dibawah lima tahun. Pada April lalu diketahui ada 95 kasus. Sedangkan pada Mei ada 85 kasus dan Juni ada 62 kasus.

Kasus terbanyak ditemukan ISPA di daerah yang seringkali diselimuti kabut asap yaitu Kecamatan Cempaka, Guntung Paikat dan Landasan Ulin.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved