Posting Facebook Diduga Menghina Presiden Jokowi, Pelajar di Sulawesi Ditangkap Polisi

Pelajar berinisial SR itu memposting tulisan yang diduga menghina Presiden Jokowi menggunakan akun Facebooknya.

Posting Facebook Diduga Menghina Presiden Jokowi, Pelajar di Sulawesi Ditangkap Polisi
DEFRIATNO NEKE / KOMPAS.com
SR, pelajar di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, diduga menghina presiden Joko Widodo di akun media sosial, ia lalu ditangkap polisi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memposting sesuatu yang diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi), seorang pelajar asal Bonemarambe, Kecamatan Mawasangka Timur, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara ditangkap.

Pelajar berinisial SR itu memposting tulisan yang diduga menghina Presiden Jokowi menggunakan akun Facebooknya.

Dia itu menuliskan kata-kata tak pantas terhadap Presiden Jokosi yang diunggahnya ke grup Facebook "ruang diskusi mencari parlemen 2019-2024".

Pemuda dengan akun Indrhaell indrhaell itu menuliskan agar seluruh warga Kota Baubau memilih Jokowi dalam pilpres nanti.

Namun di akhir kalimat postingannya SR menuliskan kata-kata tak pantas yang dianggap menghina seorang Kepala Negara.

Baca: Alasan Utama Habib Rizieq Shihab Serukan Menangkan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019

Baca: Link Live Streaming Indosiar Arema FC vs Madura United Liga 1 2018 - Singo Edan Tampil Pincang

Baca: Jadwal Siaran Langsung MNC TV Piala AFC U-16 2018 - Timnas U-16 Indonesia Target 4 Besar!

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam mengatakan Tim Unit Patroli Cyber Polres Baubau mendapati postingan SR yang mengarah penghinaan kepada Presiden.

“Dalam waktu 1x24 jam kita mencari dan mendapatkan ada seseorang dengan sengaja menulis dalam media sosial tersebut,” ujar Daniel, Minggu (16/9/2018), seperti dilansir TribunWow dari Kompas.com.

Polisi kemudian menangkap SR.

"Saat ini tersangka sudah dalam pemeriksaan Polres Baubau,” ucap Daniel.

Dari pemeriksaan terungkap bahwa motif SR mengunggah postingan tersebut hanya iseng belaka.

“Dari pemeriksaan, yang bersangkutan iseng, kemudian ingin menunjukkan punya sikap tertentu terhadap pemerintah. Secara keseluruhan, dia lakukan itu karena iseng saja,” kata Kapolres Baubau, Daniel.

Namun meski cuma iseng, SR terancam pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara, juga pasal KUHP pasal 207 tentang Penghinaan Kepada Pemerintah dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada Burhanudin (20), seorang pemuda yang menjadi santri pesantren di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Ia ditangkap Tim Cyber Crime Polda Jawa Timur terkait dengan aktivitasnya di media sosial, yakni membuat gambar meme yang kontennya menghina pemerintah, termasuk Presiden Jokowi.

Maka dari itu, lebih bijaklah menggunakan media sosial ya pembaca! (TribunWow.com/Ekarista R.P)

Editor: Murhan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved