Pilpres 2019

Begini Nasib Para Penghina Presiden Jokowi di Sosial Media Jelang Pilpres 2019

Setiap orang mulai berhati-hati mengungkapkan pendapat di akun masing-masing setelah kasus penghinaan terhadap pemerintah.

Begini Nasib Para Penghina Presiden Jokowi di Sosial Media Jelang Pilpres 2019
kompas.com
Presiden Joko Widodo menghadiri rembuk nasional 98 di Jakarta, Sabtu (7/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - "Jarimu Harimaumu". Ungkapan itu sama pentingnya dengan ungkapan aslinya, "mulutmu harimaumu".

Setiap orang mulai berhati-hati mengungkapkan pendapat di akun masing-masing setelah kasus penghinaan terhadap pemerintah.

Kompas.com merangkum sejumlah kasus penghinaan di media sosial terhadap Presiden Joko Widodo dan pemerintahan Indonesia. Bagaimana nasib para pelakunya?

1. Ditangkap karena statusnya diduga menghina presiden, pelajar mengaku iseng

Baca: Tutorial & Waktu Terbaik Upload Dokumen Persyaratan Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id

Baca: Jadwal & Siaran Langsung (Live) RCTI Liga Champion 2018, Barcelona, Liverpool, Real Madrid Main

Diduga menghina presiden Joko Widodo di akun media sosial, seorang pelajar di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, berinisial SR (Tengah), ditangkap polisi.Di dalam aku media sosial facebooknya, SR yang merupakan warga Kelurahan Bonemarambe, Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, menulis dengan kata yang tak pantas terhadap seorang kepala Negara.
Diduga menghina presiden Joko Widodo di akun media sosial, seorang pelajar di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, berinisial SR (Tengah), ditangkap polisi.Di dalam aku media sosial facebooknya, SR yang merupakan warga Kelurahan Bonemarambe, Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, menulis dengan kata yang tak pantas terhadap seorang kepala Negara. ((DEFRIATNO NEKE / KOMPAS.com))

Diduga menghina Presiden Joko Widodo di akun Facebooknya, seorang pelajar berinisial SR di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, ditangkap polisi.

Dalam postingan-nya, SR sebenarnya menuliskan status semacam ajakan agar seluruh warga Kota Baubau memilih Jokowi dalam pemilihan presiden nantinya. Namun, di akhir kalimatnya, SR menulis kalimat yang tak pantas untuk kepala Negara.

“Dari pemeriksaan, yang bersangkutan iseng, kemudian ingin menunjukkan punya sikap tertentu terhadap pemerintah. Secara keseluruhan, dia lakukan itu karena iseng saja,” kata Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam, Minggu (16/9/2018).

2. Remaja bercanda tetapi diduga menghina

Baca: Selfie Jadi Syarat Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran via sscn.bkn.go.id

SD (20) dan FZ (16) ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo melalui aplikasi bertukar pesan WhatsApp.

Video rekaman tersebut sempat viral hingga akhirnya dilaporkan warga ke kantor polisi.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved