Ekonomi dan Bisnis

Beras Lokal Masih Mendominasi, Beras Bulog Kurang Diminati

Produk beras lokal atau jawa terbilang lebih banyak peminatnya dibanding beras kemasan yang disebarkan Bulog di Banjarmasin.

Beras Lokal Masih Mendominasi, Beras Bulog Kurang Diminati
banjarmasinpost.co.id/maulana
Penjual beras di pasar sentra Antasari Banjarmasin, Fadil. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Produk beras lokal atau jawa terbilang lebih banyak peminatnya dibanding beras kemasan yang disebarkan Bulog di Banjarmasin.

Seperti yang dikatakan penjual beras di pasar sentra Antasari Banjarmasin, Fadil, animo masyarakat masih banyak membeli beras lokal atau beras jawa.

"Saat ini masih banyak yang membeli beras lokal atau beras kemasan jawa, kalau beras dari Bulog kurang peminat," ujarnya.

Menurutnya, dari segi harga beras bulog atau lokal tidak terlalu jauh berbeda, sehingga masyarakat lebih memilih membeli beras lokal.

Baca: Panduan Registrasi Mendaftar di Link sscn.bkn.go.id Pendaftaran CPNS 2018, Cek Dokumen yang Diupload

"Kalau beras Bulog harganya lebih rendah, mungkin akan lebih banyak peminatnya," ujarnya.

Ia mengatakan beras Bulog saat ini beredar untuk mengendalikan harga beras di pasaran.

"Kalau harga beras lokal naik, maka beras Bulog lebih murah, tapi kalau harga stabil beras BUMN tersebut tetap standar," tuturnya.

Baca: Panduan & Niat Puasa Tasua 9 Muharram, Rabu (19/9), Ini Niat Puasa Asyura 10 Muharram, Kamis (20/9)

Ia menerangkan saat ini menjual dua tipe harga beras Bulog medium Rp 7.500 per liter, dan beras kemasan medium Rp 48 ribu per lima kilogram.

"Kalau beras Bulog yang harga Rp 7.500 tidak ada yang beli, tapi yang kemasan beberapa saja yang beli," kata dia.

Untuk harga beras lokal saat ini ia menjual jenis beras Mayang Rp 9 ribu sampai Rp 11 ribu liter, beras Pandak : Rp 7 ribu per liter, dan Siam Rp 7.500 sampai Rp 8 ribu per liter.

Baca: Klik Link sscn.bkn.go.id! Awas Server Down, Waktu Upload Persyaratan di Situs Pendaftaran CPNS 2018

Halaman
12
Penulis: Mahmud M Siregar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved