Berita Banjarmasin

CPNS 2018 - K2 Batasi Usia, Honorer Selama 20 Tahun di SMKN 1 Ini Hanya Bisa Pasrah

Berbeda dengan penerimaan CPNS pada tahun 2013 silam, CPNS K2 untuk tahun 2018 ini lebih ketat.

CPNS 2018 - K2 Batasi Usia, Honorer Selama 20 Tahun di SMKN 1 Ini Hanya Bisa Pasrah
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Salinan formasi penerimaan CPNS 2018 terpampang di kaca sebelah kiri pintu masuk kantor BKPPD. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 sudah diambang mata. Meski ada penundaan hingga beberapa hari ke depan.

Penerimaan CPNS dipastikan akan dilakukan pada tahun ini juga. Berbeda dengan penerimaan CPNS pada tahun 2013 silam, CPNS K2 untuk tahun ini lebih ketat. Calonnya harus berusia di bawah 35 tahun atau berusia 35 tahun pada 1 Agustus 2018 tadi.

Mendengar persyaratan ini membuat Satpam di SMKN 1 Banjarmasin, Syafrudin, gigit jari. Niat hati ingin mendaftar agar menjadi PNS kini sudah pupus. Padahal, ia sudah terdaftar sebagai honorer K2. Bahkan, pada 2013 lalu ia sempat ikut tes CPNS, sayang pada saat itu ia juga tak lulus. Selain usainya yang sudah mencapai 42 tahun, pendidikan Syafrudin hanya sampai jenjang SMA saja.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Ternyata Diundur, Begini Penjelasan BKD Kota Banjarmasin

Baca: Panduan Registrasi Mendaftar di Link sscn.bkn.go.id Pendaftaran CPNS 2018, Cek Dokumen yang Diupload

Baca: Klik Link sscn.bkn.go.id! Awas Server Down, Waktu Upload Persyaratan di Situs Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Link sscn.bkn.go.id Disini! Cara dan Format Upload Daftar Dokumen di Situs Pendaftaran CPNS 2018

CPNS kali ini persyaratan makin rumit. CPNS pun tak lagi ada yang lulusan SMA. Pendidikan minimal DIII. Bahkan, untuk K2 di Banjarmasin hanya tersedia tiga formasi saja. Ini pun hanya untuk K2 dengan lulusan sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

“Ya bagaimana lagi. Kami juga ingin menjadi PNS. Padahal saya sudah menjadi honorer sejak 20 tahun lalu,” jelasnya.

Tak hanya persoalan CPNS saja yang membuatnya bingung. Bahkan, ia belum mendapatkan gaji dari provinsi selama dua bulan. Padahal, honor yang ia terima sebesar Rp 1 juta perbulan. “Dari sekolah ada Rp 450 per bulan. Itu yang saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Selain menjadi penjaga sekolah, ia juga menjadi tukang ojek untuk menutupi biaya hidup. “Ya dari ngojek bisa nambah kebutuhan sehari-hari,” jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help