Berita Balangan

NEWSVIDEO : Ambles Susulan Kembali Terjadi di Jalan Desa Tarangan - Halubau Utara

Penanganan darurat dilakukan dengan mensiring pakai batang kelapa kemudian sebagai dindingnya dari besi drum, lalu diuruk dengan tanah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Warga dan pengendara roda dua maupun roda empat kembali harus ekstra hati-hati saat melintas diwilayah Desa Tarangan dan Halubau Utara Kecamatan Paringin Selatan.

Pasalnya dilokasi tersebut tepatnya diperbatasan antara kedua desa itu kembali terjadi ambles susulan.

Informasi dihimpun banjarmasinpost.co.id, jalan ambles tersebut sudah berlangsung lama, saat ini sedang mendapatkan penanganan darurat dari pihak BPBD Balangan.

Penanganan darurat dilakukan dengan mensiring pakai batang kelapa kemudian sebagai dindingnya dari besi drum, lalu diuruk dengan tanah.

Namun saat penanganan darurat sudah berjalan tiga minggu dan hanya selesai 50 persen, tiba-tiba ambles susulan terjadi sekitar satu meter.

Baca: Panduan Registrasi Mendaftar di Link sscn.bkn.go.id Pendaftaran CPNS 2018, Cek Dokumen yang Diupload

Baca: Klik Link sscn.bkn.go.id! Awas Server Down, Waktu Upload Persyaratan di Situs Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Panduan & Niat Puasa Tasua 9 Muharram, Rabu (19/9), Ini Niat Puasa Asyura 10 Muharram, Kamis (20/9)

Baca: Prediksi & Jadwal Siaran Langsung RCTI Liverpool vs Paris Saint-Germain Liga Champions Malam Ini

Kepala BPBD Balangan Alive Yoesfah Love membenarkan adanya ambles susulan dan sudah melakukan pemantauan langsun dilapangan.

Menurutnya, ambles susulan yang terjadi tak membuat penanganan dihentikan, pekerja akan kembali memperbaiki struktur siring yang terkena ambles dan meratakannya.

"Ambles susulan ini terjadi diperkirakan karena adanya hujan beberapa hari terjadi sehingga struktur tanah kembali menjadi labil," ungkapnya.

Dikatakannya, penanganan darurat dilakukan untuk membantuk aktivitas warga yang lalu lalang agar tidak terganggu, terutama pelajar serta masyarakat setempat.

"Pengerjaan penanganan darurat baru berjalan sekitar 50 persen," katanya.

Lebih lanjut Alive mengharapkan selanjutnya untuk penanganan permanen agar diambil alih oleh Dinas PUPR setempat.

"Apakah nanti dibuatkan file slab atau sit file tergantung penelitian tanahnya, tergantung pihak PUPR," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id / Muhammad Elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help