Elpiji 3 Kg Langka

Pasokan Elpiji di Pangkalan Tetap Lancar, Kenapa warga Masih Sulit Mendapatkannya?

BEBERAPA pekan terakhir sempat terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kota Banjarmasin.

Pasokan Elpiji di Pangkalan Tetap Lancar, Kenapa warga Masih Sulit Mendapatkannya?
BPost Cetak
cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BEBERAPA pekan terakhir sempat terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kota Banjarmasin.

Kalaupun ada, hanya di eceran, itu pun nominalnya tinggi, Rp 30 ribu sampai Rp 45 ribu per tabung.

Saat ini, pasokan di tingkat agen atau distributor sudah lancar.
Namun cepat habis.

Pemandangan umum, di tepi jalan, di warung-warung dijual gas 3 kilogram.

Baca: Perlakuan Istri Jeremy Thomas pada Luna Maya Usai Putus dengan Reino Barack

Beberapa pekan terakhir, sejumlah warga Banjarmasin mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg.

Sebenarnya, kata Mulyani, pemilik pangkalan gas elpiji Indria di Jalan Bali No 23 Banjarmasin, stok dan distribusi gas melon saat ini tetap lancar.

"Saya dapat kiriman satu minggu sekali setiap hari Kamis sebanyak 200 tabung, bahkan kemarin saat ramai elpiji kosong distribusi ditambah sebanyak 150 tabung," ujarnya, Senin (17/9).

Baca: Link sscn.bkn.go.id Disini! Cara dan Format Upload Daftar Dokumen di Situs Pendaftaran CPNS 2018

Dia sendiri mengaku selalu menjual sesuai HET yakni Rp 17.500 kepada masyarakat.

Disebutkan dia, saat gas elpiji kosong, pihaknya memberlakukan peraturan bagi pembeli harus menunjukkan KTP.

"Mereka harus menunjukkan KTP saat beli, kemudian saya catat nama dan alamatnya. Bila ada pembeli lain memiliki alamat yang sama maka tidak akan saya layani," jelas Mulyani.

Baca: Selfie Jadi Syarat Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran via sscn.bkn.go.id

Pihaknya tidak lagi memberlakukan peraturan yang sama karena distribusi ke masyarakat sudah normal.

"Saat ini sudah tidak berlaku lagi pembeli menunjukkan KTP, karena saya rasa di pasaran sudah normal," ucapnya.

Dia mengakui banyak pangkalan mencari keuntungan dengan cara menjual banyak tabung gas ke satu orang dengan harga yang lebih tinggi.

"Banyak yang mencari keuntungan dari sana, dan dijual harga tinggi, padahal itu keperluan masyarakat dan subsidi dari pajak masyarakat," cetusnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved