Ekonomi dan Bisnis

Penjual Pasar Beras Lokal Masih Belum Terapkan HET

HET beras yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) masih sulit diterapkan.

Penjual Pasar Beras Lokal Masih Belum Terapkan HET
banjarmasinpost.co.id/m maulana
Pedang Beras H Ahmad 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga eceran tertinggi (HET) beras yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) masih sulit diterapkan untuk beras lokal di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Seperti halnya yang ditemui beberapa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, khususnya beras lokal Kalsel masih ada yang dijual diluar ketentuan HET.

Ia menuturkan saat ini beras lokal yang dijual tidak menyesuaikan aturan HET.

"Kalau kami harga beras tergantung hasil panen petani, biasanya melihat dari ukuran butir beras, kebersihan beras, dan tingkat butir pecah beras," jelasnya.

Baca: Hasil China Open 2018 - Kalahkan Wakil Malaysia, Della/Rizki Melaju ke Babak Kedua

Baca: Hasil Barito Putera vs Bali United di Liga 1 2018 - Skor 1-0 untuk Sementara, Gol Douglas Packer

Baca: Live MNC TV! Jadwal Piala AFC U-16 2018 (Piala Asia U-16 2018) - Timnas U-16 Indonesia vs Iran

Meski demikian ia juga menjual beras yang sesuai HET yang sudah ditetapkan.

"Biasanya yang ada HET itu beras dari Jawa yang berbentuk kemasan, jadi kami tidak boleh menjual di atas harga yang sudah tertera di kemasan," ungkapnya.

Untuk harga beras lokal saat ini ia menjual jenis beras Mayang Rp 9 ribu sampai Rp 11 ribu liter, beras Pandak : Rp 7 ribu per liter, dan Siam Rp 7.500 sampai Rp 8 ribu per liter.

"Kalau beras Jawa yang paling murah di jual di sini Rp 58 ribu ukuran 5 kilogram," ungkapnya.

Hal demikian juga dikatakan pedagang beras lainnya di Pasar Sentra Antasari, H Ahmad, saat ini belum mengety tentang apa itu HET.

"Saya belum tahu apa itu HET, soalnya di sini harga tergantung kualitas dan jumlah pasokan beras," bebernya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved