B Focus Banua Anam

Bekerjasama dengan Pabrik Penggilingan, ini Jenis Beras yang Disalurkan

Saat ini, Perumda baru menyiapkan penyaluran termin pertama untuk jatah Juli yang ditargetkan dibagikan mulai pekan kedua.

Bekerjasama dengan Pabrik Penggilingan, ini Jenis Beras yang Disalurkan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Saat ini, Perumda baru menyiapkan penyaluran termin pertama untuk jatah Juli yang ditargetkan dibagikan mulai pekan kedua.

"Jadi, kami akan surati dinas sosial kalau saat ini kami sudah siap untuk menyalurkan beras rastra," katanya.

Dalam hal penyaluran nantinya, dilakukan dengan TKSK yang menerima penyerahan di desa dan kemudian disampaikan ke keluarga penerima manfaat.

Baca: Link sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, BKN Umumkan Waktu Situs Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka

"Beras kami langsung ke desa untuk titik distribusinya. Lalu untuk pengawasan tetap dilakukan Dinas Sosial," tegasnya.

Sedangkan untuk beras yang disalurkan saat ini, untuk sementara masih bekerjasama dengan pabrik penggilingan yang membeli beras petani lokal.

Beras yang dibeli dari pabrik itu dimasukan dalam kemasan 10 kilogram dengan merek Wanyi yang secara khusus disiapkan Perumda.

Baca: Resep Bubur Asyura, Sajian Khusus Setiap 10 Muharram, Dibuat Saat Puasa Asyura

Baca: Heboh TKI Dijual di Situs Online Singapura, Imigrasi Kalsel Lakukan Ini

"Kedepan, rencana kami Perumda akan beli langsung gabah ke petani lokal dan kami yang giling sendiri," katanya.

Menurut Agus, sama hal dengan Bulog untuk jenis beras yang disalurkan juga sesuai standar yakni beras jenis medium yang dalam kemasannya hanya terdiri dari satu jenis beras medium, tidak campuran dari beberapa jenis medium.

Kemudian, untuk bisa mencukupi jumlah penerima maka perumda dalam satu bulannya harus menyiapkan sekitar 35 ton beras.

Baca: Link sscn.bkn.go.id Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka, Cara Upload Dokumen & Registrasi Daftar CPNS

Kebijakan pembelian beras rastra daerah dari petani lokal di Tabalong ini, tentu saja harus didukung dengan jumlah hasil produksi gabah yang ditanam.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help