Berita Banjarmasin

Kabut Asap Semakin Parah, Anggota DPR Batal Mendarat, Desmond Katakan ini

Kabut asap menjadi persoalan menahun yang selalu muncul jika berbicara soal lingkungan hidup di Indonesia.

Kabut Asap Semakin Parah, Anggota DPR Batal Mendarat, Desmond Katakan ini
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kabut asap menjadi persoalan menahun yang selalu muncul jika berbicara soal lingkungan hidup di Indonesia.

Tidak terkecuali di Kalimantan Selatan, hampir sepekan terakhir ini, kabut asap pun dikeluhkan sejumlah warga di beberapa daerah.

Bila sebelumnya warga Banjarmasin yang sempat terdampak, lantaran diduga mendapatkan kabut asap kiriman dari Kabupaten tetangga, Senin (17/9).

Baca: Perubahan Luna Maya di Mata Billy Syahputra Setelah Putus dari Reino Barack

Kali ini keluhan serupa, rupanya juga datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa, yang menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Kalsel, Selasa (18/9) kemarin.

Masalahnya, ia semula berencana menghadiri kegiatan tersebut bersama 10 rekannya dari DPR RI.

Namun lantaran kabut asap, membuat tujuh orang lainnya gagal mengikuti acara membahas tentang Rancangan Undang-undang (RUU) Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Baca: Setelah Kecelakaan, Al Ghazali Justru Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Verrel Bramasta

Menurut Desmond hal tersebut tidak lain lantaran jadwal penerbangan pesawat terbang yang semula hendak dinaiki tujuh rekannya, terganggu dengan kabut asap.

"Kabut asap. Tujuh orang teman saya dari DPR tidak bisa mendarat hari ini dan tidak jadi ke sini. Mereka berangkat dari Jakarta dan Surabaya. Sedangkan yang dari Surabaya, tadi mereka langsung mendarat ke Balikpapan," katanya di sela kegiatan FGD.

Lebih lanjut, Desmond juga mengaku sangat menyesalkan kondisi tersebut.

Baca: Resep Bubur Asyura, Sajian Khusus Setiap 10 Muharram, Dibuat Saat Puasa Asyura

Apalagi ia yang sebagai putra daerah Kalsel, mengingat kebakaran lahan sebetulnya sudah terjadi sejak dahulu.

Namun dibanding dengan beberapa tahun yang silam, bila kepemilikan lahan semula dikuasai individu dan kebakaran lahan telah terjadi.

Kini sebaliknya, dengan peralihan status lahan yang sudah dikuasai pemodal, kebakaran lahan malah berdampak semakin tidak terkendali di Kalsel.

"Padahal kalau dulu, saat saya masih kecil melihat kebakaran lahan di Sungaitabuk ketika panen, ya biasa-biasa saja. Lah kini, setelah lahan dikuasai pemodal, kok malah tidak terkendali, ada apa?" tandasnya.

"Jadi harapan pemerintah, ada raksasa yang menyedot asap, " tambahnya lagi seraya bercanda.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help