Ekonomi dan Bisnis

Kantor Perwakilan BI Kalsel Berniat Dorong Program Clustering Pertanian di Kalsel

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel) berniat untuk dorong program clustering pengembangan

Kantor Perwakilan BI Kalsel Berniat Dorong Program Clustering Pertanian di Kalsel
banjarmasinpost.co.id/acm
Kepala KPw BI Kalsel, Herawanto 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel) berniat untuk dorong program clustering pengembangan bisnis masyarakat di sektor pertanian.

Dijelaskan Kepala KPw BI Kalsel, Herawanto sebelumnya KPw BI Kalsel fokus pada program clustering usaha perajin sasirangan.

Melalui program ini, BI berusaha untuk bantu ciptakan model bisnis yang ideal agar nantinya bisa direplikasi dari sisi produksi dan manajemen usaha sejenis.

Baca: Link sscn.bkn.go.id Sulit Diakses, BKN Anjurkan Calon Pelamar Pendaftaran CPNS 2018 Lakukan Ini

Tak hanya dari sisi operasional produksi, BI juga membantu untuk ciptakan proses bisnis berkelanjutan termasuk pemasaran produk secara digital.

"Kedepan akan kami dorong di sektor pertanian juga, mengingat sektor ini pendorong ekonomi yang dominan juga setelah batu bara di Kalsel," kata Herawanto.

Dengan jumlah masyarakat berprofesi petani yang juga besar, Ia menilai program clustering di sektor ini jika sukses akan dapat ciptakan dampak sosial ekonomi yang besar.

Baca: Terancam Cerai dari Angel Lelga, Vicky Prasetyo Malah Ucapkan Terimakasih

Melihat pentingnya sektor ini di Kalsel, KPw BI Kalsel turut undang perusahaan teknologi finansial (Tekfin) di sektor pertanian agrikultur, Crowde dalam kegiatan Meet and Greet KPw BI Kalsel 2018, Selasa (18/9/2018).

Crowde merupakan perusahaan Tekfin yang sediakan platform investasi dan permodalan khusus ditujukan bagi para petani di Indonesia.

Dengan menganalisa besaran resiko dan peluang keuntungan, Crowde menawarkan investasi kepada para pemodal untuk ikut modali para petani kembangkan usahanya.

Baca: Link sscn.bkn.go.id Disini! Hari Ini Umumkan Formasi & Syarat Pendaftaran CPNS, Ini Jadwal Daftar

Dijelaskan CEO Crowde, Yohanes Sugihtononugroho, tak seperti Tekfin dengan konsep peer to peer lending lainnya, dana yang diinvestasikan pemodal akan diterima para petani dengan bentuk modal kerja berupa bibit, pupuk, maupun alat produksi lainnya dan tidak berupa uang.

Hal ini menurutnya meningkatkan persentase suksesnya pembiayaan karena menekan faktor kelalaian manajemen keuangan pada petani penerima modal.

"Kami melihat di sini dengan pertanian yang sangat bisa dikembangkan juga bisa menjadi area yang potensial bagi Crowde bantu petani lokal," kata Yohanes. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help