Berita Banjarmasin

Ziarah Visual, Nonton Bareng di Cempaka Teater Pasar Blauran

Ratusan orang memadati bioskop legendaris yang sempat tenar di era 1990-an di Cempaka Teater, Pasar Blauran, Banjarmasin

Ziarah Visual, Nonton Bareng di Cempaka Teater Pasar Blauran
istimewa
Suasana Bioskop Cempaka 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ratusan orang memadati bioskop legendaris yang sempat tenar di era 1990-an di Cempaka Teater, Pasar Belauran, Banjarmasin, Sabtu (15/9/2018) malam.

Banjarmasin dalam sejarah perfilmannya memiliki beberapa bioskop yang rutin memutar film-film. Di antara bangunannya yang masih tersisa yaitu bioskop Cempaka.

Bioskop yang ditutup pada tahun 2005 ini menjadi sebuah ruang seni visual yang memberikan daya hiburan bagi warga Banjarmasin.

Baca: Syarat Wajib Ini Harus Dipenuhi Saat Daftar CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id, Website BKN Dibuka

Baca: Jadwal & Siaran Langsung (Live) RCTI Liga Champion 2018, Real Madrid, MU, Juventus, City Main

Dalam rangkaian Festival Pasar Rakyat 2018 Banjarmasin “Bakunjang Kapasar", ingin menghidupkan sekali lagi bioskop Cempaka dengan film-film indi yang datang dari Banjarmasin-Solo-Surabaya dan Padang Panjang.

Di antaranya yaitu berjudul Koma, Sargede Kumandang, dan Bagurau, dan Mafia Banjar.

"Kami seperti sedang ziarah visual, melihat setiap bagian dari bioskop tua itu dan bagaimana kenangan orang yang hadir mampu melahirkan wacana ruang seni baru yang berbasis heritage building," tutur Novyandi Saputra, Direktur NSA Project movement serta direktur Program Festival Pasar Rakyat Banjarmasin 2018, pada banjarmasinpost.co.id, Selasa (18/9/2018) malam.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali sejarah masa lalu. Serta menjadi pembelajaran bagi generasi muda tentang sejarah masa lalu.

Baca: Link Live Streaming China Open 2018 Rabu (19/9) : Marcus/Kevin & Jonatan Christie Main

Baca: Hasil Lengkap Liga Champion 2018 Matchday 1, Duel Seru Hingga Menit Akhir

"Ini memang bagian dari ruang kerja NSA menghidupkan ruang-ruang yang dulunya punya sejarah pertautan kuat dengan seni namun mati suri kemudian dihidupkan kembali dengan pembacaan kebaruan. Tanpa merubah ruang tersebut," jelasnya.

Saat itu juga turut berhadir Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

(banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help