Serambi Ummah

Bagini Doa Nabi Muhammad Tatkala Dosa Kepada Orang Lain Tidak Termaafkan

Kalau kita datang minta maaf, mungkin bukannya maaf yang kita terima tetapi justru kemarahan dan putus hubungan.

Bagini Doa Nabi Muhammad Tatkala Dosa Kepada Orang Lain Tidak Termaafkan
Arrahman.id
Perempuan berdoa 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ternyata tidak mudah menyampaikan maaf kepada orang yang telah kita sakiti. Apalagi jika kesalahan tersebut sebelumnya tidak diketahui orang yang kita sakiti, biasanya dalam bentuk fitnah.

Kalau kita datang minta maaf, mungkin bukannya maaf yang kita terima tetapi justru kemarahan dan putus hubungan.

Tapi bila kita meminta ampunan kepada Allah atas segala kesalahan seseorang kepada orang lain, Allah tidak akan mengampuni jika yang bersangkutan belum meminta maaf kepada orang yang kita sakiti. Di titik ini, keseimbangan hidup di bumi perlu diperhatikan ketika ingin memperoleh kebaikan di langit.

Baca: Ada 3 Keutamaan Menjalankannya Puasa Asyura 10 Muharram, Hari Ini Kamis 20 September

Seperti dikutip Banjarmasinpost.co.id dari situs www.nu.or.id pakar tafsir Prof Dr Muhammad Quraish Shihab dalam karyanya Membumikan Al-Qur’an (1999) mengungkapkan doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW saat menghadapi situasi di atas:

Rasulullah SAW mengajarkan doa: “Ya Allah, sesungguhnya aku memiliki dosa kepada-Mu dan dosa yang kulakukan kepada makhluk-Mu. Aku bermohon Ya Allah, agar Engkau mengampuni dosa yang kulakukan kepada-Mu serta mengambil alih dan menanggung dosa yang kulakukan kepada makhluk-Mu.”

Baca: Niat Puasa Asyura 10 Muharram, 20 September, Allah SWT Ganjar Pahala Setara 10.000 Orang Mati Syahid

Dalam doa Nabi tersebut tersirat bahwa diharapkan dosa-dosa yang dilakukan terhadap orang lain yang telah dimohonkan maaf kepada yang bersangkutan akan diambil alih oleh Allah SWT walaupun yang bersangkutan tidak memaafkannya.

Baca: Kalo sscn.bkn.go.id Sulit Diakses, untuk Lowongan BUMN Bisa Diakses di Web bumn.go.id

Pengambilalihan tersebut antara lain dengan jalan Allah memberikan kepada yang bersangkutan ‘ganti rugi’ berupa imbalan kebaikan dan pengampunan dosa-dosanya. Tentu hal ini kembali kepada Allah, Sang Maha Pengampun segala dosa. (www.nu.or.id/Fathoni)

Penulis: Didik Trio
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help