Sisi Lain Lapangan Pahlawan Amuntai

Jadi Tempat Favorit untuk Mabok, Pesta Obat dan Ngelem

Salah satunya adalah di Lapangan Pahlawan Amuntai, lapangan yang berada di Kelurahan Murung Sari Kecamatan Amuntai Tengah

Jadi Tempat Favorit untuk Mabok, Pesta Obat dan Ngelem
reni kurnia wati
Botol bekas minuman beralkohol di Lapangan Pahlawan Amuntai, lapangan yang berada di Kelurahan Murung Sari Kecamatan Amuntai Tengah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Tidak dapat dipungkiri saat ini masih ada beberapa tempat favorit yang biasa digunakan oleh oknum warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk melakukan tindakan negatif dan melanggar hukum seperti minum-minuman keras dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Salah satunya adalah di Lapangan Pahlawan Amuntai, lapangan yang berada di Kelurahan Murung Sari Kecamatan Amuntai Tengah ini sering menjadi markas bagi para peminum air setan.

Aparat kepolisian dan Satpol PP juga sudah sering mengamankan keluarga yang sebagian besar merupakan remaja karena kedapatan tengah mabuk atau ngelem.

Baca: Formasi CPNS 2018 BPK RI dan Persyaratannya Bisa Diakses di Pendaftaran Online Sscn.bkn.go.id

Juga terdapat bekas botol miras, obat larang edar dan ngelem.

Tempat ini menjadi favorit karena meskipun berada di tengah kota namun saat malam hari cukup sepi terlebih saat lewat tengah malam.

Baca: Link sscn.bkn.go.id Sulit Diakses, BKN Anjurkan Calon Pelamar Pendaftaran CPNS 2018 Lakukan Ini

Pemerintah daerah telah berupaya Untuk menghindari adanya oknum warga yang menggunakan lapangan pahlawan Amuntai untuk tempat mabuk-mabukan dengan cara memasang lampu lapangan agar tidak lagi gelap.

Namun karena masih ada tempat yang gelap membuat masih saja ada oknum yang nongkrong di tempat ini.

Wardi salah satu warga sekitar mengatakan saat malam hari banyak aparat yang melintas di daerah tersebut Namun keberadaan para remaja tidak terlihat dari jalan karena gelap dan cukup jauh.

Baca: Resep Bubur Asyura, Cara Mudah Memasak Bubur Asyura 10 Muharram 1440 H

" kami sebagai warga juga sudah sering melakukan pengukuran namun jika mereka berkumpul di tengah malam menjadi sulit untuk diawasi karena tidak mungkin setiap malam dan Spanyol malam mengawasi daerah tersebut," ujarnya. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved