Berita Kabupaten Banjar

Ketika Rambu Lalu Lintas Cuma Jadi Pajangan, Dishub Mengaku Tak Berwenang Bertindak

Setiap pagi, pasar traditional itu selalu ramai. Bahkan tak jarang sebabkan perlambatan arus lalu lintas.

Ketika Rambu Lalu Lintas Cuma Jadi Pajangan, Dishub Mengaku Tak Berwenang Bertindak
Isti Rohayanti
Meski ada rambu-rambu lalu lintas dilarang stop. Namun adanya pedagang di pinggir jalan sekumpul membuat pengendara berhenti di area larangan tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pasar Traditional Sekumpul di Jalan Sekumpul Martapura, Kabupaten Banjar seolah telah menyatu pada kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

Setiap pagi, pasar traditional itu selalu ramai. Bahkan tak jarang sebabkan perlambatan arus lalu lintas.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, Kamis (20/9/2018), meski arus lalu lintas terlihat lancar, namun beberapa kendaraan berhenti di pinggir jalan.

Baca: Resep Jitu Bikin Bubur Asyura, Sajian Khusus Setiap 10 Muharram 1440 H, Dibuat Saat Puasa Asyura

Padahal sejumlah rambu-rambu diletakan di pinggir jalan pada kawasan pasar traditional itu. Akan tetapi rupanya rambu-rambu itu hanya jadi pajangan belaka.

Bagaimana tidak, pada area larangan stop dan larangan parkir di sepanjang jalan itu terlihat beberapa kendaraan roda dua berhenti. Semakin membuat perlambatan jalan terjadi.

Baca: Bagini Doa Nabi Muhammad Tatkala Dosa Kepada Orang Lain Tidak Termaafkan

Perihal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, Abdul Basith mengatakan pihaknya memang meletakan rambu-rambu di sepanjang jalan poros pada pasar tradirtional itu. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi kemacetan. Bahkan setiap pagi, disampaikan olehnya selalu ada petugas Dishub yang berjaga.

"Kami mencoba melancarkan arus lalu lintas di kawasan itu. Tapi untuk penindakan apabila terjadi pelanggaran, bukan wewenang kami," ucap Basith.

Baca: Ada 3 Keutamaan Menjalankannya Puasa Asyura 10 Muharram, Hari Ini Kamis 20 September

Diakui Basith pula, pada area tersebut memang tidak ada fasilitas parkir.

Sebagaimana diketahui, setiap pagi pasar traditional di Jalan Sekumpul selalu ramai pembeli. Tak heran, perlambatan arus terjadi pada kawasan tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved