Berita Kabupaten Banjar

Longsor di Desa Dalampagar, Penurunan Tanah Hingga Sedalam Dua Meter

Sejumlah pegawai instansi tersebut turun ke lapangan untuk memeriksa kerusakan yang terjadi, Kamis (20/9/2018).

Longsor di Desa Dalampagar, Penurunan Tanah Hingga Sedalam Dua Meter
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penata Ruang Kabupaten Banjar, M Hilman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Terjadinya longsor di Desa Dalampagar Martapura pada Rabu (19/9/2018) malam membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar langsung melakukan tindakan. Sejumlah pegawai instansi tersebut turun ke lapangan untuk memeriksa kerusakan yang terjadi, Kamis (20/9/2018).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, M Hilam menerangkan terjadi penurunan tanah sepanjang 70 meter dengan penurunan terdalam mecapai dua meter. Selain itu, disampaikan Hilman, dinding penahan tanah atau siring perkuatan tebing juga mengalami keruntuhan.

Tentunya fenomena kali ini dikatakan Hilman juga berpengaruh dari konstruksi pembangunan. Selain itu, diduga pula karena kawasan tersebut tepat berada dicekungan air, sehingga dinding penahan pun mengalami kerusakan.

“Untuk penyebab kerusakan memang diperlukan penelitian yang lebih dalam. Tetapi memang di kawasan merupakan cekungan sungai. Selain itu karena saat ini musim kemarau, sehingga air sungai lebih rendah dari dinding. Akibatnya tanah yang mongering terdapat pori-pori. Saat hujan, pori-pori itu diisi air, sehingga menyebabkan tanahnya menurun,” jelas Hilman.

Baca: Formasi CPNS 2018 Kemenhub Lulusan SMA/SMK Sederajat Terbanyak Cek Infonya di Sscn.bkn.go.id

Baca: Persaingan Jadi Dosen ULM Ketat, Jatah CPNS Hanya 272 Formasi, Lulusan Luar Negeri Ikut Bersaing

Baca: Jadwal Live Trans7 MotoGP Aragon 2018 - Valentino Rossi Bidik Podium Meski Bukan Favorit

Namun ditegaskan olehnya lagi, penyebab insiden memang harus dilakukan penelitian yang lebih mendalam.

 Melihat kondisi saat ini diakui Hilman kerusakan yang terjadi cukup besar. Sehingga terkendala kemampuan daerah yang sedang keterbatasan dana. Lantas pihaknya pun akan mengkoordinasikan dengan pemerintah Provinsi Kalsel untuk kerusakan tersebut.

“Mungkin kali ini kami ingin membuatkan usulan agar bisa mendukung kawasan itu melalui pendanaan APBD atau dari APBD Provinsi,” ucap Hilman. (Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help