Berita Banjarmasin

Penjualan Gadget di Banjarmasin Alami Penurunan

Tekanan Dolar Amerika terhadap nilai tukar rupiah akhir-akhir ini sudah pengaruhi harga produk yang khususnya berbasis impor.

Penjualan Gadget di Banjarmasin Alami Penurunan
istimewa
Suasana retail Smartphone Gadgetmart Banjarmasin, Kamis (20/9/2018) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tekanan Dolar Amerika terhadap nilai tukar rupiah akhir-akhir ini sudah pengaruhi harga produk yang khususnya berbasis impor. 

Sektor produk-produk elektronik seperti laptop dan komputer sudah mulai rasakan kenaikan harga. Hal demikian juga dengan produk elektronik lainnya seperti telepon genggam.

Hal ini dirasakan pebisnis ritel smartphone sepert Gadgetmart Banjarmasin, beberapa produk mulai alami kenaikan harga seperti Apple atau Notebook.

Baca: Persyaratan Wajib Daftar CPNS 2018 di Kemendikbud, Formasi & Aturan di sscn.bkn.go.id

Baca: Akhirnya Prabowo-Sandiaga Uno & Jokowi-Maruf Amin Jadi Capres-Cawapres di Pilpres 2019

Dijelaskan Manajer Operasional Gadgetmart, Lina, akibat pengaruh kenaikan dolar meski tidak terlalu signifikan hanya sekitar lima persen.

Ia menuturkan kenaikan ini paling dirasakan pada hampir semua produk tipe Apple seperti iPhone.

"Hampir semua tipe Apple mengalami lonjakan kenaikan, apalagi tipe-tipe terbaru seperti iPhone 8 plus," ujarnya.

Selain Notebook dan produk Apple, menurutnya produk lainnya saat ini belum dirasakan kenaikan harga.

"Kalau brand dan produk lain sejauh ini tidak mengalami kenaikan harga, karena biasanya produk yang tidak mengalami kenaikan sudah stok banyak jadi harganya masih seperti yang lama," ucapnya.

Baca: Dahlan Iskan, Risma Hingga Machfud Arifin Masuk Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

Baca: Mundur Lagi, Ini Penjelasan Disdikbud Kalsel Soal Gaji Honorer Tertunda Lagi

Ia menerangkan produk  telepon genggam yang paling banyak diminati di tempatnya merek OPO, Samsung, Vivo, dan Xiaomi.

"Empat merek itu yang paling ramai, tapi mereka belum mengalami kenaikan harga, masih sama," terangnya.

Meski demikian, menurut Lina tingkat penjualan bulan ini menurun pada semua brand dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

"Kalau penurunannya saya belum hitung, tapi memang ada penurunan. Saya tidak tahu persis kenapa, mungkin masyarakat uangnya dipakai untuk keperluan lain," kata dia.

Untuk kembali genjot pembeli, Lina menuturkan saat ini berikan program pembiayaan, free admin, hingga Dp nol persen.

"Meskipun saat ini banyak yang belanja secara cash, tapi pembiayaan di sini juga meningkat karena masyarakat melihat kemudahan itu," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved